Trump: Usulan Menjadikan Selat Hormuz Bagian dari AS Memiliki Potensi yang Baik

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa ide untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS merupakan gagasan yang sangat positif.
Ketika ditanya oleh wartawan mengenai pernyataannya sebelumnya tentang kemungkinan penguasaan jalur air strategis ini, Trump mengungkapkan keyakinannya bahwa hal tersebut adalah ide yang sangat baik.
Trump menegaskan bahwa AS telah mengontrol Selat Hormuz melalui berbagai langkah strategis, dan ia mendukung gagasan untuk mengklaimnya sebagai bagian dari wilayah AS.
Presiden AS itu juga mengulangi klaimnya mengenai “kendali penuh” yang dimiliki AS atas Selat Hormuz, menyoroti pentingnya jalur ini dalam konteks geopolitik.
Menurut Trump, langkah-langkah blokade yang diterapkan sangat efektif, dan ia menambahkan, “Kami memproduksi jutaan barel minyak setiap minggu… selama selat ini tetap terbuka, harga minyak akan menurun dan akan terus menurun, kecuali kami mengambil langkah yang jauh lebih drastis daripada yang telah kami lakukan sekarang.”
Pada hari Jumat, Trump menyampaikan rencana untuk segera mengumumkan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat.
Pada tanggal 8 Juli, Trump juga menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang dicapai dengan Iran pada 18 Juni telah berakhir. Sejak saat itu, militer AS telah meluncurkan beberapa serangan terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melewati Selat Hormuz.
Di sisi lain, Iran merespons dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di berbagai lokasi di Timur Tengah, serta kembali menuduh Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Dalam beberapa pekan terakhir, baik Washington maupun Teheran, dengan bantuan mediator dari wilayah Timur Tengah, berusaha untuk mencapai kesepakatan baru guna mengakhiri ketegangan yang terjadi.
Pada 9 Agustus, Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Teheran berlangsung dengan setengah hati, sementara kondisi ekonomi di Iran terus memburuk.
➡️ Baca Juga: Pria Usia 40 Tahun ke Atas Sering Mengalami Masalah Kesehatan yang Tidak Disadari
➡️ Baca Juga: Ayatollah Ali Khamenei Meninggal, Iran Umumkan Hari Berkabung Nasional Selama 40 Hari




