Paus Leo Tegaskan Penolakan terhadap Neokolonialisme dan Pelanggaran Hukum Internasional

Paus Leo baru-baru ini mengungkapkan penolakannya terhadap praktik neokolonialisme dan pelanggaran hukum internasional dalam sebuah pernyataan yang disampaikan selama kunjungannya ke Aljazair. Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah kritik pedas dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menilai kepemimpinan Paus Leo tidak memadai.
Sebelumnya, Trump secara terbuka menyerang Paus Leo, mengklaim bahwa paus tersebut menunjukkan kelemahan dalam menghadapi kejahatan dan memiliki pandangan buruk mengenai kebijakan luar negeri. Selain itu, ia mempertanyakan legitimasi pemilihan Paus Leo sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik.
Kritikan Trump tidak hanya berhenti pada aspek kepemimpinan gerejawi, tetapi juga mencakup pandangan Paus Leo tentang isu-isu internasional, termasuk konflik dengan Iran. Trump menilai bahwa kepemimpinan Paus Leo sarat dengan kepentingan politik yang tidak seharusnya terlibat dalam urusan gereja.
Dalam pidatonya yang dilansir oleh Anadolu Agency, Paus Leo mengungkapkan penolakan terhadap pelanggaran norma-norma internasional tanpa menyebutkan negara mana pun secara spesifik. Pidato tersebut disampaikan setelah pertemuannya dengan Presiden Aljazair, Abdelmadjid Tebboune, dan merupakan bagian dari kunjungan pertamanya ke negara Afrika Utara tersebut sejak menjabat sebagai paus.
Paus Leo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Tebboune atas undangan yang diberikan, menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari tahun pertama masa kepausannya. Ia memuji masyarakat Aljazair atas budaya rekonsiliasi, solidaritas, dan keramahan yang ditunjukkan.
Selama kunjungan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ini, Paus Leo memiliki agenda yang mencakup beberapa lokasi di Aljir dan provinsi pesisir timur Annaba, yang dikenal sebagai tempat kelahiran Santo Agustinus, seorang pemikir krusial dalam tradisi Kristen.
Presiden Tebboune, dalam kesempatan yang sama, menyebut kunjungan Paus Leo sebagai momen bersejarah. Ia menyambut kedatangan paus dengan hangat, menghargai tanah yang melahirkan Santo Agustinus dan menekankan pentingnya dialog antarumat beragama serta toleransi.
Tebboune juga menegaskan komitmen Aljazair untuk mempromosikan hidup berdampingan secara damai dan menyerukan keadilan bagi rakyat Palestina yang tengah menghadapi berbagai tantangan.
Lebih lanjut, Presiden Aljazair menggarisbawahi nilai-nilai keadilan sosial, martabat manusia, dan perlindungan hak asasi manusia yang menjadi pilar penting bagi negara tersebut.
Paus Leo, dalam berbagai kesempatan, menunjukkan dukungan yang kuat terhadap rakyat Palestina di Gaza. Ia menggambarkan situasi di wilayah tersebut sebagai “tidak dapat diterima”, terutama di tengah konflik yang masih berlanjut sejak bulan Oktober 2023.
➡️ Baca Juga: Cara Mendapatkan Sertifikasi AVPN untuk Neapolitan Pizza
➡️ Baca Juga: 7 Aspek Krusial yang Wajib Diperiksa Sebelum Mengajukan Pinjaman Online




