pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Pencarian 5 Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Drone Thermal Dikerahkan

Pencarian terhadap lima wartawan yang hilang kontak saat melakukan liputan di Gunung Anak Krakatau telah memasuki hari kedua pada Rabu, 9 September 2026. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan rekan-rekan mereka dan masyarakat luas yang mengikuti perkembangan berita.

Tim Basarnas Banten telah memperluas area pencarian dengan membagi personel menjadi empat unit pencarian dan penyelamatan (SRU). Hal ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi dan jangkauan operasi pencarian.

Operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB, melibatkan berbagai unsur dari tim SAR serta dukungan peralatan modern, termasuk penggunaan drone thermal. Teknologi ini diharapkan dapat mempermudah identifikasi lokasi dan keberadaan para wartawan yang hilang.

“Operasi pencarian hari kedua berjalan pada Rabu, 9 September 2025, dimulai pukul 07.00 WIB, dengan melibatkan tim SAR dan berbagai peralatan pendukung,” ungkap seorang petugas.

Rizky Dwianto, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, menyatakan bahwa empat SRU telah dikerahkan untuk memperluas cakupan pencarian. Proses penyisiran dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah kapal dan perahu operasional yang telah disiapkan.

Tim pencarian menggunakan berbagai armada, termasuk KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, RIB 01 Lampung, dan RIB 02 Banten. Selain itu, Basarnas juga menyiapkan mobil penyelamat, truk personel, peralatan SAR air, serta alat komunikasi dan drone thermal untuk mendukung operasi ini.

“Banyak sarana yang kami kerahkan dalam misi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, serta mobil penyelamat, truk personel, dan drone thermal,” tambah Rizky.

Operasi pencarian ini tidak hanya melibatkan Basarnas, tetapi juga sejumlah instansi lain. Berbagai pihak, termasuk Kantor Pencarian Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, serta masyarakat setempat, turut berpartisipasi dalam upaya ini.

Basarnas menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan semua sumber daya yang ada guna menemukan wartawan yang hilang. Penggunaan teknologi dan kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam operasi ini.

“Tim SAR Gabungan akan terus berupaya melakukan pencarian dengan mengoptimalkan semua unsur, sarana, dan peralatan yang telah disiapkan. Evaluasi akan dilakukan secara berkala, memperhatikan kondisi cuaca, arus laut, dan perkembangan informasi di lapangan,” jelasnya.

Dalam insiden ini, total ada delapan orang yang dilaporkan hilang kontak dalam satu rombongan saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Ini menambah kompleksitas situasi yang sedang ditangani oleh tim pencarian.

Dari delapan orang tersebut, tiga di antaranya adalah awak kapal, yaitu Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu. Sementara itu, lima orang lainnya adalah wartawan yang hingga saat ini masih dalam pencarian.

Kelima wartawan yang hilang kontak tersebut antara lain M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan wartawan freelance. Keberadaan mereka sangat diharapkan dapat segera terkuak melalui upaya pencarian yang intensif ini.

    ➡️ Baca Juga: Analisis Kesempatan Timnas Indonesia U-20 untuk Lolos ke Piala Asia U-20 2027

    ➡️ Baca Juga: Pejabat AS Konfirmasi Kekuatan Militer Iran Masih Besar Meski Terkena Serangan Beruntun

    Related Articles

    Back to top button