Lima Jurnalis Hilang: Kendala yang Menghambat Proses Pencarian Mereka

Upaya pencarian delapan individu yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, khususnya di wilayah Pandeglang, Banten, telah memasuki hari kedua. Namun, pencarian ini terhambat oleh aktivitas vulkanik yang masih berlangsung di Gunung Anak Krakatau, yang menambah kompleksitas situasi.
Kondisi ini mengakibatkan pencarian melalui udara belum bisa dilaksanakan. Pihak kepolisian masih mempertimbangkan opsi tersebut sambil terus memantau perkembangan cuaca dan situasi di sekitar gunung berapi tersebut untuk memastikan keselamatan tim.
Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Polisi Hengki, menyatakan bahwa tim SAR gabungan saat ini masih mengandalkan metode pencarian melalui jalur laut di kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.
“Sampai saat ini belum ada penerbangan yang dapat dilakukan. Hanya beberapa penerbangan yang berjalan, dan itu pun di luar area yang menjadi pusat aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau,” ungkap Hengki di Pandeglang pada Selasa, 8 September 2026.
Hengki menekankan bahwa keselamatan para petugas adalah prioritas utama dalam menentukan metode pencarian. Aktivitas erupsi yang masih berlangsung memaksa mereka untuk tidak sembarangan dalam melaksanakan operasi udara.
Delapan orang yang hilang tersebut berada di sebuah speed boat yang dilaporkan hilang kontak saat berada di Perairan Selat Sunda, tepatnya di Kabupaten Pandeglang. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya adalah jurnalis yang tengah melakukan peliputan di sekitar area Gunung Anak Krakatau.
Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR gabungan memperluas area operasi dengan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) yang berbeda.
SRU 1 mengoperasikan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran mencapai 68,3 nautical miles (NM) dengan jarak antarjalur pencarian sekitar 3 NM. SRU 2 menggunakan KAL Anyer, dengan total rencana penyisiran 69,5 NM dan jarak antarjalur yang sama, yaitu 3 NM.
Sementara itu, SRU 3 dikerahkan dengan menggunakan RIB 01 Lampung, yang memiliki rencana penyisiran sejauh 67 NM dengan jarak antarjalur 1 NM. Adapun SRU 4 menerjunkan RIB 02 Banten untuk menyisir wilayah sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Area tersebut menjadi salah satu titik yang kembali diperiksa berdasarkan evaluasi dari operasi pencarian yang telah dilakukan sebelumnya.
Dengan luasnya area pencarian, operasi ini melibatkan banyak elemen. Tim yang terlibat di dalamnya berasal dari berbagai instansi, termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, serta TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan beberapa unsur terkait lainnya.
➡️ Baca Juga: Suzuki Kirim 8 Unit e-Vitara ke Konsumen Meski Masih Dalam Tahap Awal
➡️ Baca Juga: Laptop dengan Sistem Pendingin Terbaik untuk Kinerja Optimal Tanpa Cepat Panas




