IHSG Menguat di Awal Perdagangan Sementara Bursa Asia & Wall Street Tertekan karena Konflik Timur Tengah

IHSG dibuka dengan penguatan sebesar 9 poin atau 0,15 persen, mencapai level 6.688 pada awal perdagangan hari Kamis, 10 September 2026.
Fanny Suherman, yang menjabat sebagai Head of Retail Research Analyst, memprediksi bahwa pergerakan IHSG hari ini akan cenderung datar atau sideways, meskipun ada potensi untuk menguat.
Menurut Fanny dalam laporan riset harian yang diterbitkan pada hari ini, IHSG kemungkinan besar akan bergerak sideways dengan arah kecenderungan menguat.
Sementara itu, bursa saham Asia mengalami tekanan akibat ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, yang berimbas pada kenaikan harga minyak mentah Brent yang mendekati angka US$100 per barel pada hari Rabu kemarin, seiring dengan meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Kenaikan harga minyak ini memicu kekhawatiran akan inflasi global, yang membuat sebagian besar pergerakan bursa saham Asia mengalami koreksi. Insiden serangan oleh kelompok Houthi yang didukung oleh Iran di beberapa kota di Arab Saudi pada hari Selasa, 8 September 2026, semakin memperburuk dampak dari konflik ini.
Di sisi lain, pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal tanker minyak milik Iran, sementara Iran merespon dengan menyerang pangkalan militer AS yang berlokasi di Yordania.
Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 terpantau turun sebesar 0,2 persen, diikuti oleh indeks Topix yang melemah 0,1 persen. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga mengalami penurunan sebesar 0,17 persen, sedangkan ASX Australia turun 0,11 persen. Sementara itu, KOSPI Korea Selatan dan KOSDAQ masing-masing berhasil melesat dengan kenaikan 1,4 persen dan 2,3 persen. Indeks STI Singapura turun 0,66 persen, sedangkan KLCI Malaysia ditutup dengan stagnasi.
Di dalam negeri, survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) pada bulan Agustus 2026 menunjukkan adanya peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi jika dibandingkan dengan bulan Juli 2026.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Agustus 2026 tercatat berada di level optimis, yakni di angka 118,5, yang lebih tinggi dibandingkan dengan IKK bulan Juli 2026 yang berada di angka 116,8.
Fanny menambahkan bahwa level support IHSG berada di kisaran 6.620 hingga 6.660, sementara level resistensi IHSG berada di rentang 6.700 hingga 6.730.
Sebagai informasi tambahan, pasar Wall Street mencatatkan penutupan yang melemah pada perdagangan hari Rabu kemarin. Tekanan datang dari lonjakan harga minyak mentah yang melampaui angka US$100 per barel, serta kenaikan yield obligasi pemerintah AS menjelang pengumuman data inflasi.
Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,48 persen, indeks Nasdaq melemah 0,64 persen, dan Dow Jones Industrial Average juga mengalami penurunan sebesar 0,77 persen.
Harga minyak Brent melonjak melewati level US$100 per barel, ditengah kekhawatiran terhadap pasokan minyak global yang terganggu, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran kini telah memasuki bulan ketujuh, meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.
➡️ Baca Juga: PIK2 Dukung Nuzulul Qur’an di Masjid Istiqlal untuk Memperkuat Harmoni Peradaban
➡️ Baca Juga: Kacamata Pintar Terbaru dengan Teknologi Augmented Reality yang Canggih dan Inovatif




