pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Raja Juli Amankan Lahan Sawit Pasca Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengambil langkah tegas dengan melakukan penyegelan di area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada Selasa, 8 September 2026.

Dalam penjelasannya, Raja Juli mengungkapkan bahwa penyegelan di Desa Sungai Awan Kiri tersebut dilaksanakan sesuai instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti adanya aktivitas penanaman sawit yang terdeteksi di lokasi yang baru saja mengalami kebakaran.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami mendapati banyak pelanggaran di sini. Di lokasi penyegelan ini, meskipun asap kebakaran baru saja padam, mereka sudah mulai menanam sawit,” jelas Raja Juli dalam keterangan resminya pada Selasa, 8 September 2025.

Menteri Kehutanan menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut, bersama dengan Polri dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ketapang, sedang melakukan tindakan hukum terhadap aktivitas ilegal tersebut. Selama proses pidana yang ditangani oleh Polda Kalimantan Barat berlangsung, semua pihak yang berada di lokasi dilarang untuk masuk atau melanjutkan aktivitas.

“Pertama-tama, kami melarang akses masuk ke lokasi ini, serta melarang aktivitas apapun, sementara proses hukum sedang berjalan di Polda Kalimantan Barat,” tambahnya.

Dalam penegakan hukum di lapangan, satu unit alat berat telah disita setelah ditemukan adanya aktivitas penanaman sawit di area yang sebelumnya terkena dampak karhutla.

“Mereka bertindak sewenang-wenang dengan membakar lahan, menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan bernapas, dan kini mereka mulai menanam sawit. Oleh karena itu, kami telah mengambil langkah tegas dengan menyita alat berat tersebut dan sedang memprosesnya di Polda. Ini merupakan kerjasama dengan Gakkum Kehutanan,” ungkap Menteri Raja Juli.

Raja Juli Antoni juga menyampaikan bahwa total luas lahan yang terbakar di kawasan tersebut mencapai sekitar 2.400 hektare. Ia menegaskan bahwa proses hukum akan terus berlanjut sesuai arahan Presiden.

    ➡️ Baca Juga: Pengedar Narkoba Ditangkap di Mampang, Ditemukan 10,5 Kg Ganja

    ➡️ Baca Juga: Bocah 6 Tahun di Pesanggrahan Tak Shalat Maghrib 40 Hari

    Related Articles

    Back to top button