PGN Kembangkan Co Space di Unmul untuk Siapkan Talenta Energi Masa Depan

Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), yang merupakan subholding Gas Pertamina, telah meluncurkan PGN Co Space di Universitas Mulawarman (Unmul) yang berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur.
Direktur Infrastruktur & Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan mahasiswa, akademisi, dan industri. Tujuannya adalah untuk merangsang pengembangan ide, inovasi, serta mencetak talenta di sektor energi.
Hery menambahkan bahwa peluncuran PGN Co Space adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada masyarakat, terutama dalam mendukung pengembangan generasi muda.
“PGN Co Space diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan inovasi bagi mahasiswa, akademisi, serta pelaku industri. Di sini, berbagai ide, pengetahuan, kreativitas, dan jejaring dapat bertemu untuk menciptakan gagasan dan manfaat yang nyata,” ungkap Hery dalam keterangannya pada Kamis, 17 September 2026.
Lebih lanjut, Hery menyatakan bahwa Unmul merupakan mitra strategis bagi PGN dalam upaya mengembangkan talenta serta inovasi di bidang energi di Kalimantan Timur.
Kehadiran ruang kolaborasi di lingkungan kampus diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk saling berinteraksi, bertukar ide, dan memperluas jaringan dengan dunia industri. Ini sejalan dengan kebutuhan akan talenta yang memahami perkembangan teknologi dan dinamika sektor energi yang terus berubah.
“Yang kami bangun bukan hanya sekadar ruang fisik. Kami ingin tempat ini dipenuhi dengan aktivitas, kreativitas, dan kolaborasi. Semoga dari sini lahir inovasi dan talenta-talenta unggul yang akan membangun masa depan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Lambang Subagiyo, menyampaikan bahwa dengan jumlah mahasiswa di Fakultas Teknik yang mencapai sekitar 3.500, PGN Co Space diharapkan dapat memperluas dukungan bagi aktivitas mahasiswa, dengan target pemanfaatan sekitar 50 hingga 70 mahasiswa setiap harinya.
Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatan industri dalam lingkungan pendidikan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan sektor energi, sekaligus mendorong mereka untuk mempersiapkan kompetensi yang relevan dengan tuntutan masa depan.
“Kehadiran industri di tengah lingkungan kampus tentu menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus belajar, berinovasi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia kerja,” kata Lambang.
“Kolaborasi semacam ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat lebih dekat bagaimana perkembangan sektor energi dan kebutuhan kompetensi yang ada di dalamnya,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: AS Mengkonfirmasi Perang Melawan Iran Diperkirakan Selesai dalam Beberapa Minggu ke Depan
➡️ Baca Juga: Sumardji Ajak Suporter Bersabar Menghadapi Perubahan Era Baru John Herdman




