uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
berita

Kapolda Sumsel Luncurkan Latpraops Sikat I Musi 2026 untuk Tingkatkan Keamanan Masyarakat dan Atasi Kejahatan Jalanan

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho telah meresmikan Latihan Praoperasi (Latpraops) Sikat I Musi 2026, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi kejahatan jalanan dan menciptakan rasa aman di kalangan masyarakat.

Latpraops ini dilaksanakan di Auditorium Lantai 7 Mapolda Sumsel pada Rabu, 23 September 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instruktur serta peserta yang terlibat dalam Latpraops Sikat I Musi 2026.

Dalam acara tersebut, Kapolda Sumsel didampingi oleh Wakapolda, Karo Ops, Dirintelkam, Dirreskrimum, Dirsamapta, Dansat Brimob, serta pejabat lainnya dari Polda Sumsel.

Sandi dalam arahannya menekankan bahwa rasa aman merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, agar berbagai aktivitas dapat berlangsung dengan efektif. Oleh karena itu, operasi harus mampu memberikan dampak yang nyata melalui penanganan kejahatan yang tepat dan efisien.

“Keberhasilan dari operasi ini tidak hanya diukur dari penyelesaian perkara, melainkan juga dari penurunan angka kejahatan dan terciptanya rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kapolda.

Operasi Sikat I Musi 2026 dijadwalkan berlangsung selama 16 hari, dari tanggal 24 September hingga 9 Oktober 2026. Fokus dari operasi ini adalah penanganan kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta tindakan premanisme, dengan Dirreskrimum Polda Sumsel sebagai Kepala Operasi Daerah (Kaopsda).

Kapolda menjelaskan bahwa latihan praoperasi ini sangat penting sebagai sarana untuk menyamakan persepsi, menyatukan pemahaman, serta memastikan setiap anggota dapat bertindak secara seragam. Setiap personel diharapkan memahami tugas dan sasaran operasi agar dapat merespons dinamika yang terjadi dengan cepat dan tepat.

Ia juga meminta kepada semua peserta untuk mengikuti setiap sesi pembekalan dengan serius dan penuh tanggung jawab. Para peserta didorong untuk aktif bertanya dan mendiskusikan hal-hal yang belum mereka pahami, sehingga mereka siap untuk mengambil langkah yang tepat di lapangan.

Selain kesiapan individu, Kapolda menekankan pentingnya kolaborasi antar fungsi, antar wilayah, serta kerjasama dengan pemangku kepentingan dan aparat penegak hukum lainnya. Menurutnya, kekompakan tim menjadi kunci untuk mencapai tujuan operasi yang telah ditetapkan.

“Sebagai manusia biasa, kita tidak mungkin menjadi Superman, namun kita dapat membangun tim yang solid untuk mencapai tujuan operasi,” ungkapnya.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel untuk mendasari pengabdian mereka dengan kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas. Setiap usaha yang dilakukan harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga martabat institusi.

    ➡️ Baca Juga: Bisnis Rumahan Kreatif dengan Peluang Pasar Besar dan Keuntungan Tinggi

    ➡️ Baca Juga: Menko Bahlil Dilantik, Fokus Percepat Hilirisasi dan Transisi Energi Nasional

    Related Articles

    Back to top button