Gibran Bagikan Hampers Lebaran kepada Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi Rismon Sianipar

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, baru-baru ini memberikan bingkisan lebaran kepada Rismon Hasiholan Sianipar, yang terlibat dalam kasus tuduhan ijazah palsu terhadap Presiden Joko Widodo.
Rismon diketahui mengunjungi Istana Wakil Presiden yang terletak di Gambir, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam pengamatan, terlihat Gibran dan Rismon keluar dari istana sambil terlibat dalam percakapan. Di hadapan wartawan, Gibran berkesempatan untuk berfoto dengan Rismon sebelum memberikan hampers lebaran kepada individu yang terlibat dalam kasus tuduhan ijazah palsu tersebut.
Pada kesempatan itu, Rismon menyatakan bahwa kedatangannya adalah untuk bersilaturahmi dengan Gibran, yang merupakan putra sulung Jokowi.
Rismon mengungkapkan bahwa Gibran menerima kehadirannya dengan sikap terbuka dan penuh kekeluargaan. Ia menambahkan bahwa keluarga Jokowi telah mengajarkan nilai-nilai demokrasi meskipun mereka telah menghadapi kritik tajam dari Rismon dan para tersangka lainnya terkait tuduhan ijazah palsu.
“Keterbukaan dan kedewasaan sebuah keluarga sangat penting, meskipun kami mendapat kritikan yang keras dan bahkan perlakuan yang kurang sopan dari saya dan yang lainnya. Ini adalah sebuah keluarga yang bagi saya menanamkan nilai-nilai demokrasi,” ujar Rismon.
Di sisi lain, Rismon juga menyatakan bahwa ia telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Jokowi saat mengunjungi Solo pada Kamis, 12 Maret 2026. Ia menjelaskan kepada Presiden mengenai penelitian terbarunya terkait ijazah.
“Saya merasa terkejut ketika bertemu Pak Jokowi di rumahnya di Solo. Setelah saya meminta maaf atas tulisan dan penelitian saya, yang mana saya temukan dengan kajian-kajian yang lebih baru, meskipun dengan metodologi yang sama, tetapi dengan data yang lebih komprehensif,” jelasnya.
Sebelumnya, Gibran juga memberikan respons terhadap permintaan maaf yang disampaikan oleh Rismon kepada Presiden Jokowi terkait penelitian dalam bukunya yang berjudul “Jokowi’s White Paper”.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada media, Gibran menyatakan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan memperkuat tali persaudaraan.
“Bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat baik untuk saling memaafkan dan merajut kembali hubungan kekeluargaan,” ungkap Gibran.
Wakil Presiden Gibran juga memberikan apresiasi terhadap pernyataan dan sikap Rismon yang telah melakukan klarifikasi serta menunjukkan kesediaannya untuk meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya dibuatnya kepada publik.
➡️ Baca Juga: Bencana Alam di Indonesia: Persiapan dan Tanggapan
➡️ Baca Juga: Kondisi Vadel Badjideh di Penjara Terkini, Penampilannya Sangat Berubah!




