Balita Ditemukan Tewas dengan Luka Lebam di Kediri, Polisi Selidiki Penyebabnya

Aparat Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, tengah melakukan penyelidikan terkait kematian tragis seorang balita berusia empat tahun yang berasal dari Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri. Balita tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dengan sejumlah luka lebam di tubuhnya, menimbulkan pertanyaan serius mengenai penyebab kematiannya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota, Ajun Komisaris Polisi Achmad Elyasarif Martadinata, menjelaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi dari berbagai saksi, termasuk ibu, nenek, serta ayah tiri korban. Proses ini bertujuan untuk mengungkap fakta-fakta yang ada dan menentukan penyebab kematian anak malang tersebut.
“Kami masih terus melakukan pendalaman terhadap keterangan yang diberikan oleh para saksi untuk mengetahui dengan jelas apa yang terjadi pada anak ini,” ungkapnya.
Pihak kepolisian juga aktif berkomunikasi dengan tim medis untuk mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan balita tersebut. Hal ini penting untuk mengetahui apakah kematian tersebut disebabkan oleh faktor alami atau ada indikasi terjadinya kekerasan.
Balita tersebut ditemukan tak bernyawa di rumahnya pada Rabu, 15 April. Saat penemuan, sang nenek berada di dalam rumah, sementara orang tuanya sedang bekerja di luar.
Jenazah balita ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Kediri untuk dilakukan visum et repertum, guna mengetahui secara lebih mendalam penyebab kematiannya.
“Terkait luka-luka lebam yang ada di tubuh korban, kami masih dalam proses penyelidikan. Kami juga menunggu hasil dari pemeriksaan medis agar penanganan kasus ini bisa dilakukan secara lebih jelas dan objektif,” tambahnya.
Sementara itu, kakak kandung korban, Muhammad Wahyudi (26), mengaku terakhir kali bertemu dengan adiknya dua hari sebelum kejadian. Saat itu, adiknya dalam keadaan tidur, sehingga ia tidak sempat berinteraksi lebih jauh.
Wahyudi menjelaskan bahwa ia tidak tinggal serumah dengan adiknya, namun ia mengenal adiknya sebagai seorang yang pendiam.
“Setiap kali saya berkunjung ke rumah nenek, adik saya selalu terlihat tidur. Dua hari lalu saya datang, dia juga dalam kondisi tidur,” jelas Wahyudi.
Ia mengaku terkejut mengetahui bahwa adiknya meninggal dalam kondisi yang memprihatinkan ini. Wahyudi berharap agar pihak kepolisian dapat menyelidiki secara tuntas kejadian yang menimpa adiknya, agar kebenaran dapat terungkap.
“Saya sangat berharap kejadian menyedihkan ini dapat diusut dengan tuntas, sehingga kita bisa mengetahui kebenaran di baliknya,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: Dampak Langsung Cuaca Ekstrem pada Kualitas Pertandingan Sepak Bola
➡️ Baca Juga: Industri Fesyen Mewah Tertekan: Penjualan Gucci dan LVMH Menurun Akibat Perang AS-Iran



