happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bisnis

Seratus Produk UMKM Lokal Program Pilihan Busan Tersedia di Tokopedia dan TikTok Shop

Jakarta – Platform e-commerce Tokopedia dan TikTok Shop telah menjadi pelopor dalam kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengembangkan program Pilihan Busan. Program ini bertujuan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM lokal. Sebagai bagian dari inisiatif ini, Tokopedia meluncurkan etalase khusus yang menampilkan lebih dari 110 produk UMKM dari Solo dan daerah sekitarnya.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan bahwa kerjasama dengan platform digital merupakan langkah penting dalam mendukung produk UMKM agar mendapatkan lebih banyak ruang di pasar. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat keberadaan produk lokal di ranah yang lebih luas.

“Kita ingin produk-produk UMKM yang berkualitas tinggi memiliki peluang untuk mendapatkan pasar yang lebih baik. Dengan adanya e-commerce, pencarian produk pun menjadi lebih mudah. Ini yang kita sebut sebagai discovery commerce,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Budi menekankan bahwa akses ke pasar merupakan salah satu kebutuhan fundamental bagi pelaku UMKM. Produk yang memiliki kualitas baik tetap memerlukan saluran yang efektif untuk menjangkau konsumen, sehingga kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan solusi atas tantangan tersebut.

Karena itu, Kementerian Perdagangan terus mendorong inisiatif yang dapat memperkuat posisi produk lokal. “Kami berupaya agar produk-produk lokal dapat lebih mendominasi pasar domestik. Pasar yang besar seharusnya diisi oleh produk-produk dari UMKM,” tuturnya.

Stephanie Susilo, Direktur Eksekutif Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan program Pilihan Busan merupakan langkah signifikan dalam memperluas akses pasar bagi UMKM melalui ekosistem digital. Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform e-commerce pertama yang terlibat dalam inisiatif ini.

Stephanie menambahkan bahwa perkembangan e-commerce saat ini telah mengalami pergeseran dari pola perdagangan konvensional ke arah discovery commerce. Dalam model perdagangan tradisional, produk hanya ditawarkan dan menunggu pembeli. Namun, model discovery commerce memanfaatkan konten untuk membantu produk menemukan konsumennya.

“Di perdagangan konvensional, produk hanya ditampilkan dan menunggu pembeli datang. Namun dalam era discovery commerce, produk dapat aktif mencari calon pembeli melalui konten yang relevan,” jelasnya.

Perubahan ini, menurut Stephanie, membuka peluang baru bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas. “Kami percaya bahwa inisiatif ini akan mempercepat pertumbuhan dan memperluas jangkauan pasar bagi banyak pelaku UMKM, terutama di Solo dan sekitarnya,” ungkapnya.

    ➡️ Baca Juga: Prabowo Mengundang Menteri ke Istana untuk Membahas Isu Penting Nasional

    ➡️ Baca Juga: Analisis Mendalam: Apakah Layar Dynamic AMOLED 2X Samsung Masih yang Terbaik?

    Related Articles

    Back to top button