happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bisnis

Rupiah Melemah ke Rp17.915 per Dolar AS pada 1 Oktober 2026, Dekati Rp18.000 Lagi

Rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan pada perdagangan di pagi hari Kamis, 1 Oktober 2026. Sebelumnya, mata uang Indonesia ini sempat menguat dan menjauh dari ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan di hari yang sama, nilai tukar rupiah tercatat di angka Rp17.915 per dolar AS. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 21 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.894 per dolar AS.

Kondisi ini mengakibatkan rupiah kembali mendekati batas psikologis Rp18.000 per dolar AS, yang sebelumnya menarik perhatian banyak pelaku pasar.

Rupiah sempat mencapai posisi Rp17.854

Di hari sebelumnya, rupiah menunjukkan tren penguatan yang cukup signifikan. Pada pembukaan perdagangan Rabu, 30 September 2026, nilai tukar rupiah menguat sebesar 56 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.925 per dolar AS, naik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.981 per dolar AS.

Penguatan rupiah berlanjut hingga perdagangan pagi, di mana pada pukul 11.38 WIB, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp17.854 per dolar AS.

Pergerakan positif ini terjadi seiring dengan penurunan harga minyak dunia yang cukup signifikan. Meningkatnya kondisi pasokan energi di kawasan Timur Tengah juga menjadi salah satu faktor sentimen yang diperhatikan oleh pasar.

Harga minyak mentah Brent pada perdagangan sebelumnya mengalami penurunan sebesar 2,8 persen atau US$2,94 menjadi US$102,35 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sebesar US$3,50 atau 3,8 persen menjadi US$89 per barel.

Penurunan harga minyak ini memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat, karena kondisi tersebut dapat mempengaruhi kebutuhan devisa untuk impor energi.

Rupiah kembali melemah

Namun, penguatan yang dialami oleh rupiah tidak bertahan lama. Pada pagi hari Kamis, mata uang Garuda ini kembali melemah sebesar 21 poin dari posisi penutupan Rabu.

Saat berita ini ditulis pada pukul 10.15 WIB, rupiah bahkan tercatat bergerak di level Rp17.937 per dolar AS, yang lebih rendah dibandingkan posisi pembukaan di Rp17.915 per dolar AS.

Dengan demikian, pergerakan nilai tukar rupiah pada awal bulan Oktober ini masih berkisar di sekitar angka Rp18.000 per dolar AS. Selisihnya hanya sekitar Rp63 dari level tersebut berdasarkan posisi rupiah pada pukul 10.15 WIB.

Fluktuasi nilai tukar ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk arah pergerakan dolar AS, kondisi pasar global, harga minyak dunia, serta perkembangan pasokan energi di kawasan Timur Tengah.

    ➡️ Baca Juga: Volatilitas Global Meningkat, JFX Tingkatkan Transparansi dan Kuatkan Ekosistem Perdagangan Berjangka

    ➡️ Baca Juga: Jejak Terakhir Kapal Virgo Transport 8 Sebelum Hilang Kontak di Selat Madura

    Related Articles

    Back to top button