Zulhas Siapkan 40.000 Bioflok untuk Tingkatkan Swasembada Pangan dengan Dana Rp1,5 Miliar per Unit

Pemerintah tengah mengupayakan kemandirian pangan di berbagai daerah sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Salah satu fokus utama dalam program ini adalah pemenuhan kebutuhan protein, terutama melalui peningkatan produksi ikan di tingkat desa dan kecamatan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, mengungkapkan bahwa pemerintah telah merancang program budidaya bioflok tematik untuk mendukung tujuan tersebut. Program ini ditargetkan untuk menciptakan 40.000 unit bioflok yang akan dibangun di berbagai lokasi di seluruh Indonesia.
Zulhas menekankan bahwa pembangunan bioflok ini merupakan implementasi dari arahan Presiden yang menginginkan setiap daerah mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri, termasuk dalam hal penyediaan sumber protein dari ikan.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Rabu (7/10/2026), Zulhas menyatakan, “Tadi ada ibu-ibu yang meminta agar kampungnya juga dilibatkan dalam pengembangan protein ikan. Kini, kami sedang membangun 40.000 bioflok untuk memenuhi permintaan tersebut.”
Program bioflok tematik ini akan dilaksanakan di tingkat desa dan kecamatan. Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan sekaligus mendorong kemandirian pangan di wilayah tersebut.
Untuk merealisasikan pembangunan ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk setiap unit bioflok tematik. Namun, ada syarat lahan yang harus dipenuhi, yaitu tersedia area seluas 1.000 meter persegi untuk mendukung program ini.
Dengan target pembangunan mencapai 40.000 unit, program ini menjadi salah satu langkah penting yang diambil pemerintah untuk memperluas produksi protein ikan di seluruh daerah. Zulhas menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden mengenai pentingnya kemandirian pangan di tingkat lokal.
“Kami akan membangun 40.000 bioflok sesuai perintah Bapak Presiden, di mana setiap kecamatan, bahkan setiap desa, harus mandiri dalam hal pangan dan cukup dalam penyediaan protein dan karbohidrat,” imbuhnya.
Selain aspek ketersediaan pangan, Zulhas juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi masyarakat yang berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Ia menyatakan bahwa kecukupan gizi sejak usia dini merupakan faktor krusial dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
“Apabila gizi tidak tercukupi, pertumbuhan tulang dan otot akan terhambat, sehingga tinggi badan tidak optimal, dan perkembangan otak juga akan terpengaruh. Mustahil bagi Indonesia untuk maju jika kualitas fisik manusia tidak sempurna,” jelasnya.
➡️ Baca Juga: Kebiasaan Sehat Saat Bekerja untuk Menjaga Tubuh Aktif dan Optimal Sepanjang Hari
➡️ Baca Juga: Memahami Desentralisasi dalam Sistem Cryptocurrency dan Manfaatnya bagi Pengguna Global




