happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Dirjenpas Terbuka Mengenai Asal Usul Foto Napi Jimmy Masrin dan Kepemilikan Miras di Lapas Cibinong

Jakarta – Irjen Mashudi, selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, mengungkapkan hasil awal dari pemeriksaan yang dilakukan oleh tim gabungan terhadap beberapa isu yang menjadi sorotan Ombudsman Republik Indonesia di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.

Mashudi menjelaskan bahwa proses pemeriksaan ini masih berlangsung, mencakup berbagai area seperti rumah dinas, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), serta administrasi aset yang ada di lapas tersebut.

Mengenai rumah dinas pegawai, dia menyebutkan terdapat total 16 unit bangunan. Dari jumlah tersebut, hanya tiga unit yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN), sementara 13 unit lainnya terletak di tepi Sungai Ciliwung.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan barang-barang pribadi seperti televisi, perabotan rumah tangga, sofa, tempat tidur spring bed, serta kulkas yang berisi tiga botol wiski dan satu botol bir yang merupakan milik pribadi Kasat Kamtib,” ungkap Mashudi dalam rapat dengan Komisi XIII DPR RI, pada Senin, 28 September 2026.

Terkait bingkai foto yang disebutkan atas nama narapidana Jimmy Masrin, Mashudi menjelaskan bahwa barang tersebut merupakan hasil rampasan dari kegiatan razia keamanan yang sebelumnya dilakukan.

“Untuk bingkai foto yang tercatat atas nama narapidana Jimmy Masrin, itu merupakan barang yang sebelumnya diamankan dalam razia keamanan,” katanya menegaskan.

Ia juga memaparkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah fasilitas yang ada di area SAE yang menjadi perhatian sebelumnya.

Bangunan yang terlihat mirip dengan penginapan kontainer, menurutnya, adalah kantor untuk kegiatan penggemukan sapi yang dibangun menggunakan anggaran dari APBN 2026. Sementara itu, bangunan mess atau wisma peristirahatan pegawai dibangun dengan pendanaan dari APBN 2017.

“Area yang diduga sebagai simulator golf berdasarkan pemeriksaan awal adalah fasilitas yang sedang dipersiapkan untuk dijadikan loker, sedangkan lahan SAE yang diduga sebagai tempat parkir berfungsi sebagai alternatif ketika area parkir utama sudah penuh,” jelasnya lebih lanjut.

Mengenai spekulasi adanya jalan tikus di Lapas Cibinong, Mashudi menegaskan bahwa tim gabungan tidak menemukan jejak jalur tersebut setelah melakukan pemeriksaan dan peninjauan langsung ke lokasi.

“Terkait dengan dugaan adanya jalur tikus, hasil pemeriksaan dan peninjauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya jalur tersebut. Area ini dikelilingi oleh aliran Sungai Ciliwung,” ungkap Mashudi.

Walaupun demikian, Ditjen Pas masih melanjutkan pendalaman terhadap 13 bangunan rumah dinas yang terletak di bantaran Sungai Ciliwung dan belum terdaftar dalam SIMAK BMN.

    ➡️ Baca Juga: Realme 16 Pro+ 5G dan Realme 16 Pro 5G: Inovasi Terdepan dalam Teknologi Smartphone

    ➡️ Baca Juga: AI Menghemat Waktu, Namun Pengguna Sering Terjebak dalam Kesalahan Saat Menyerahkan Tugas

    Related Articles

    Back to top button