Langit Kalimantan Tengah Merah Pekat akibat Karhutla, Tanda Bahaya Lingkungan

Penampakan langit Kalimantan Tengah yang diselimuti warna merah pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi viral di media sosial. Dalam sebuah video yang diunggah oleh seorang warga ke akun Instagram @taubatters pada Senin, 21 September 2026, terlihat bagaimana halaman sebuah rumah di Kalimantan tampak memerah secara mencolok.
Di udara, kepulan asap juga tampak mengganggu pemandangan. Menurut informasi yang tersedia, perubahan warna langit ini mulai terlihat sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung hingga matahari terbenam. Keadaan ini membuat banyak warga merasa panik, sebab kebakaran dilaporkan semakin mendekati kawasan permukiman.
Rekaman video tersebut menunjukkan seolah-olah malam hari, karena suasana di sekeliling lokasi tampak sangat gelap dan suram.
“Ini masih dunia kan?” demikian caption yang dituliskan dalam unggahan tersebut, menyoroti betapa mencoloknya pemandangan di depan rumahnya.
Dalam unggahan itu, seorang warga juga menunjukkan upayanya untuk mencegah asap karhutla masuk ke dalam rumah dengan menutup semua celah di setiap sudut bangunannya.
Sebagaimana diketahui, asap dari karhutla dapat menembus saluran pernapasan hingga memicu peradangan pada organ-organ vital. Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan adalah meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Simulasi bertahan hidup, tutupin semua celah biar udara dari luar tidak masuk. Ini sudah seperti film zombie,” tulisnya dalam caption tersebut.
Pada Minggu, 20 September, kondisi asap dilaporkan mengalami perbaikan dibandingkan dengan hari sebelumnya. Namun, abu hasil pembakaran masih terlihat menempel dan berjatuhan di sekitar rumah warga. Kabut asap juga masih menyelimuti sejumlah daerah di Kalimantan Tengah.
Sementara itu, berdasarkan data hingga Jumat, 18 September 2026, jumlah titik panas di Kalimantan Tengah mengalami lonjakan signifikan dari 61 menjadi 166 titik. Peningkatan ini menjadikan Kalimantan Tengah sebagai provinsi dengan indikasi karhutla tertinggi di tingkat nasional.
Melalui data dari SiPongi Kementerian Kehutanan yang diperoleh dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, total titik panas yang terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia mencapai 546 titik, angka ini mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 475 titik.
➡️ Baca Juga: Prabowo Serukan Perlindungan bagi yang Lemah dan Upaya Berantas Korupsi di Forum EEF Rusia
➡️ Baca Juga: Sinopsis Film Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Lebaran yang Wajib Ditonton!




