Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bola

Fadly Alberto Klaim Korban Rasisme Setelah Tendangan Kungfu, Dewa United Sebutnya Berlebihan

Pemain Dewa United U-18, Oumar Nja Ariel Denzel, menanggapi dengan tegas isu rasisme yang diduga menjadi alasan di balik aksi tendangan “kungfu” yang dilakukan oleh Fadly Alberto Hengga, pemain dari Bhayangkara FC.

Tendangan kungfu tersebut terjadi saat kedua tim bertanding dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 di Stadion Citarum, Semarang, pada tanggal 19 April 2026.

Pernyataan Oumar muncul setelah COO Bhayangkara FC, Sumardji, menyebut bahwa dugaan rasisme itu menjadi pemicu emosi Fadly sebelum ia melakukan pelanggaran yang keras di lapangan.

Oumar menilai bahwa alasan yang diberikan oleh pihak Bhayangkara FC tersebut terkesan berlebihan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami perlakuan serupa di level usia muda, namun tidak merespons dengan cara yang emosional.

“Jangan berlebihan, kemarin anak dari Bhayangkara U-18 memanggil saya (dengan sebutan itu), tetapi saya tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan seperti Anda,” tulis Oumar di akun Instagram pribadinya @dzlariel.

Insiden tendangan kungfu yang dilakukan oleh Fadly bermula dari pertandingan antara Bhayangkara FC dan Dewa United dalam ajang Elite Pro Academy U-20.

Pada laga tersebut, Fadly Alberto terlihat melakukan tendangan keras ke arah dua pemain Dewa United, Mohamad Ridwan dan Rakha Nurkholis, yang mengakibatkan salah satu dari mereka mengalami cedera di bagian wajah.

Setelah kejadian itu, Fadly Alberto menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pemain yang menjadi korban, tim Dewa United, dan pihak-pihak lain yang terdampak. Ia mengakui bahwa tindakannya merupakan kesalahan.

Sementara itu, pihak Bhayangkara FC melalui Sumardji menjelaskan bahwa Fadly mengaku menerima ucapan yang bernuansa rasis dari bench Dewa United, yang memicu emosinya. Namun, meskipun ada provokasi, tindakan kekerasan yang dilakukannya tetap dianggap tidak dapat dibenarkan.

    ➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Android Mengelola Penyimpanan Internal Agar Tidak Penuh dengan Cepat

    ➡️ Baca Juga: Mengenang Tiga Tahun Kepergian Olga Syahputra: Warisan yang Tak Terlupakan

    Related Articles

    Back to top button