Serda AMF Meninggal Dunia Diduga Dianiaya oleh Senior, TB Hasanuddin Desak Penyelidikan Mendalam

Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menegaskan pentingnya penyelidikan menyeluruh dan transparan terkait kasus meninggalnya anggota TNI Angkatan Udara, Serda Ahmad Muzammil Farisa (AMF).
Serda AMF dilaporkan diduga menjadi korban penganiayaan oleh empat rekan sejawatnya di Mess Psikologi Galaksi yang terletak di Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, hingga menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia.
“TNI AU perlu melakukan investigasi yang komprehensif untuk memahami dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi,” ungkap TB Hasanuddin dalam pernyataannya pada hari Sabtu, 12 September 2026.
Menurut TB Hasanuddin, langkah penyelidikan ini sangat penting agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang, serta memastikan setiap tindakan yang melanggar hukum dapat diambil tindakan yang sesuai.
Ia juga mengingatkan bahwa jika selama proses penyelidikan ditemukan adanya unsur pelanggaran atau tindakan kekerasan oleh anggota TNI, pelakunya harus diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Pelaku seharusnya mendapatkan sanksi tegas dan hukuman yang setimpal agar dapat memberikan efek jera bagi yang lainnya,” tegasnya.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa prajurit TNI AU asal Magetan, Jawa Timur, yaitu Serda Ahmad Muzammil Farisa (AMF), ditemukan meninggal dunia dalam keadaan yang mencurigakan pada Kamis, 10 September 2026. Diduga, kematian tersebut disebabkan oleh kekerasan yang dilakukan oleh seniornya.
Saat ini, Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) tengah melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Mereka berupaya mengungkap fakta-fakta yang berkaitan dengan dugaan kekerasan yang dialami oleh Serda AMF.
“Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) sedang berfokus untuk menyelidiki dugaan kekerasan yang menimpa Serda AMF, guna mengungkap kronologi dan fakta-fakta terkait kejadian tersebut,” demikian pernyataan resmi TNI AU melalui akun Instagram mereka pada Jumat, 11 September 2026.
TNI AU menegaskan bahwa penanganan kasus kematian Serda AMF akan dilakukan dengan cara yang profesional, objektif, dan sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku. Mereka juga berkomitmen untuk memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti bersalah.
“Pomau telah meminta keterangan dari sejumlah individu serta mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Pemeriksaan terhadap sejumlah personel masih berlangsung,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Mariano Peralta Dikecam Sebagai Pemain Egois, Simak Pendapat Pengamat Olahraga
➡️ Baca Juga: Prabowo Tiba-tiba Kunjungi Permukiman Warga Bantaran Sel Senen, Menyebabkan Antusiasme Tinggi




