www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

depo 10k depo 10k
lifestyle

Rossa Bagikan Cara Efektif Meredakan Stres untuk Hindari Burnout di Tengah Kesibukan

Kesibukan yang dijalani sebagai seorang artis menuntut Rossa untuk menghadapi rutinitas yang sangat padat. Dengan berbagai kegiatan, mulai dari penampilan di panggung, pekerjaan di industri musik, hingga memenuhi berbagai agenda profesional, penyanyi ini menyadari pentingnya menjaga kondisi fisik dan emosional agar tetap dalam keadaan prima.

Dalam situasi dengan jadwal yang semakin sibuk, masalah seperti stres dan burnout menjadi isu yang harus diperhatikan secara serius. Tidak hanya pekerja kantoran yang dapat mengalami kelelahan, tetapi para pekerja seni yang memiliki mobilitas tinggi, seperti Rossa, juga tidak lepas dari dampak negatif tersebut.

Rossa mengungkapkan bahwa memberikan waktu untuk berhenti sejenak di tengah kesibukan merupakan salah satu cara efektif untuk menjaga keseimbangan. Ia percaya bahwa jeda tidak selalu berarti mengurangi produktivitas; sebaliknya, ini bisa menjadi kesempatan untuk memulihkan energi sebelum kembali melanjutkan aktivitas yang padat.

“Sebagai seorang pekerja seni, saya sudah terbiasa menghadapi berbagai aktivitas setiap harinya. Oleh karena itu, saya sangat percaya bahwa mengambil waktu untuk recharge membantu kita agar tetap fokus dan siap memberikan performa terbaik,” jelas Rossa dalam paparannya.

Pernyataan tersebut mencerminkan usaha Rossa untuk mengatasi tekanan dari rutinitas yang sangat padat. Dengan menyediakan waktu untuk beristirahat, baik tubuh maupun pikiran dapat terlepas dari tekanan yang ada sebelum kembali berkonsentrasi pada pekerjaan yang menanti.

Kebiasaan sederhana untuk mengambil jeda juga sangat relevan dengan kondisi masyarakat yang berada di usia produktif saat ini. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026, rata-rata durasi kerja di Indonesia tercatat sekitar 41 hingga 43 jam per minggu, angka yang melebihi standar 40 jam kerja yang seharusnya.

Selain durasi kerja yang cukup tinggi, mobilitas menjadi faktor lain yang dapat menambah beban aktivitas sehari-hari. Saat ini, tercatat sekitar 7,9 juta pekerja komuter yang harus melakukan perjalanan dari tempat tinggal menuju lokasi kerja. Ditambah dengan paparan informasi digital yang terus-menerus, masyarakat berisiko mengalami kelelahan akibat tuntutan dan informasi yang datang tanpa henti.

Kondisi ini dapat mengarah pada fenomena continuous overload atau kelelahan berkelanjutan. Jika tidak diimbangi dengan waktu untuk pemulihan, tekanan dari aktivitas sehari-hari berpotensi berdampak pada kondisi fisik dan emosional seseorang, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap burnout atau kelelahan mental.

    ➡️ Baca Juga: Isu HAM di Venezuela: Krisis Berkelanjutan dan Dampak Kemanusiaan

    ➡️ Baca Juga: Mantan Bupati Minahasa Utara Dua Periode Ditangkap di Timika Sebagai DPO Korupsi

    Related Articles

    Back to top button