Kronologi Mahasiswi Tewas Usai Dicekoki Ekstasi dan Riklona di Karaoke PIK 2

Jakarta – Malam yang seharusnya menjadi waktu bersenang-senang bagi sekelompok remaja berujung pada tragedi yang memilukan. Seorang mahasiswi berinisial S ditemukan telah meninggal dunia di sebuah kamar hotel di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Sebelum kepergiannya, kondisi S semakin parah setelah mengonsumsi narkotika yang diberikan oleh rekannya, ID. Saat ini, ID telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini oleh pihak kepolisian.
Kapolsek Cengkareng, Ajun Komisaris Polisi Rahis Fathlillah, menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa korban, mulai dari saat mereka berada di tempat karaoke hingga saat S ditemukan tidak bernyawa.
ID mengajak S dan beberapa teman lainnya untuk bersenang-senang di karaoke yang terletak di kawasan PIK 2. Sebelum berangkat, ID sudah mempersiapkan ekstasi dan obat Riklona untuk dikonsumsi.
Ketika tiba di lokasi karaoke, ID mengajak S dan rekannya yang bernama ML masuk ke toilet. Di dalam toilet, ID menawarkan ekstasi kepada korban.
Meskipun awalnya S menolak tawaran tersebut, beberapa saat kemudian, ia dan ML masing-masing diberikan setengah butir ekstasi untuk dicoba.
Pemberian ekstasi tersebut dilakukan kembali beberapa jam setelahnya, dengan jumlah yang sama untuk masing-masing mereka.
“Korban dan temannya kembali diberikan setengah butir ekstasi untuk kedua kalinya,” ungkap Kapolsek Rahis.
Setelah sesi karaoke berakhir, ID kembali memberikan dua butir obat Riklona kepada S dan ML, sebelum mereka semua menuju hotel di kawasan Cengkareng.
Setibanya di hotel, kondisi S semakin memprihatinkan. Ia terlihat lemas dan harus dipapah untuk masuk ke dalam hotel. Situasi menjadi lebih serius ketika S terjatuh di depan lift.
Pihak hotel kemudian menyediakan kursi roda agar S bisa dibawa ke dalam kamar. Setelah sampai di dalam kamar, S diletakkan di atas tempat tidur untuk beristirahat.
ID dan teman-temannya berusaha memberikan susu serta minuman elektrolit kepada S dengan harapan kondisi kesehatan korban akan membaik.
Namun, S hanya sempat meminum sedikit dari minuman yang diberikan tersebut.
Keesokan harinya, ID dan teman-temannya meninggalkan S sendirian di dalam kamar karena mereka harus pergi bekerja, sementara S masih dalam keadaan lemas.
Sekitar pukul 13.30 WIB, petugas hotel melakukan pengecekan karena waktu check-out yang telah terlewat. Saat pintu kamar diperiksa, mereka menemukan S sudah tidak bernyawa.
➡️ Baca Juga: Aplikasi Baca Buku dan Novel Gratis Terpopuler yang Wajib Anda Coba Saat Ini
➡️ Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Ramadhan 4 Maret 2026 di Jakarta dan Sekitarnya yang Perlu Diketahui




