Mobil Bensin Tidak Lagi Masuk 10 Besar Mobil Terlaris di China

Pasar otomotif di China mengalami transformasi signifikan pada Agustus 2026, dengan kendaraan listrik berbasis baterai, atau battery electric vehicle (BEV), mendominasi jajaran mobil penumpang terlaris. Dalam daftar tersebut, sembilan dari sepuluh model teratas merupakan kendaraan listrik murni, menunjukkan pergeseran besar dalam preferensi konsumen.
Berdasarkan data dari China Passenger Car Association (CPCA), yang dirilis pada 10 September 2026, satu-satunya model di dalam sepuluh besar yang tidak sepenuhnya berbasis BEV adalah Fang Cheng Bao Ti7. Model ini tersedia dalam dua pilihan, yaitu BEV dan plug-in hybrid (PHEV), sehingga tidak terdapat mobil dengan mesin bensin murni yang masuk dalam daftar sepuluh besar tersebut.
Mobil Geely EX2 berhasil menempati posisi teratas di pasar otomotif China pada Agustus 2026, dengan penjualan mencapai 39.651 unit. Kendaraan listrik yang berukuran kompak ini berhasil mengungguli sejumlah model ternama, termasuk produk dari BYD dan Tesla, menegaskan popularitasnya di kalangan konsumen.
Di posisi kedua, Leapmotor A10 mencatat penjualan sebanyak 30.652 unit, sementara Tesla Model Y berada di urutan ketiga dengan penjualan 29.260 unit pada bulan yang sama. Keberhasilan model-model ini menunjukkan tren positif dalam adopsi kendaraan listrik di pasar yang semakin kompetitif.
Fang Cheng Bao Ti7 hadir di posisi keempat, dengan total penjualan mencapai 23.471 unit jika menggabungkan varian BEV dan PHEV. Dari jumlah tersebut, versi listrik murni menyumbang 12.864 unit, sementara varian PHEV menyumbang 10.607 unit, menunjukkan bahwa konsumen semakin terbuka terhadap berbagai pilihan kendaraan listrik.
BYD Atto 2 menempati posisi kelima dengan penjualan mencapai 22.958 unit. Tesla kembali menunjukkan kekuatannya di pasar melalui Model 3 yang berada di urutan keenam dengan penjualan 20.787 unit, menegaskan keberlanjutan daya tarik merek ini di kalangan pengguna kendaraan listrik.
Changan Nevo Q05 berhasil meraih peringkat ketujuh dengan penjualan sebanyak 17.349 unit. Diikuti oleh Li Auto i6 yang mencatat 16.979 unit, dan BYD Dolphin dengan 16.829 unit. Xiaomi SU7 melengkapi daftar sepuluh besar dengan penjualan mencapai 16.518 unit, memperlihatkan keberagaman merek yang bersaing di pasar kendaraan listrik.
Dominasi kendaraan listrik ini muncul di tengah tantangan yang dihadapi oleh pasar mobil penumpang China secara keseluruhan. Penjualan ritel mobil penumpang tercatat sekitar 1,54 juta unit pada Agustus, mengalami penurunan sebesar 23,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan kondisi pasar yang cukup sulit.
Walaupun pasar mengalami penurunan, segmen kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) menunjukkan penetrasi yang signifikan, mencapai 65,2 persen. Penjualan NEV mencatat angka sekitar 1,005 juta unit pada bulan Agustus, meskipun secara tahunan mengalami penurunan sebesar 10,1 persen, menandakan adanya tantangan yang harus dihadapi oleh industri otomotif.
Dari semua jenis powertrain yang ada, mobil listrik murni justru menjadi satu-satunya kategori yang mampu mencatat pertumbuhan. Penjualan BEV mencapai sekitar 698.000 unit, meningkat sebesar 1,7 persen dibandingkan tahun lalu, dan meningkat 7,9 persen dibandingkan bulan Juli 2026, menunjukkan adanya minat yang terus berkembang untuk kendaraan ramah lingkungan ini.
➡️ Baca Juga: Bank Mandiri Pastikan Livin’ by Mandiri Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri 1447 H
➡️ Baca Juga: Game PC Paling Dinanti di 2026: Rekomendasi dari AAA hingga Indie Terbaik




