happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Hasil Pemeriksaan Kematian Winda Lorenza: Kompolnas Tegaskan Tak Ada Luka Kekerasan

Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menyampaikan hasil investigasi mengenai penyebab kematian Winda Lorenza, yang meninggal dengan luka tembak di kepala.

Kompolnas menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi adanya kekerasan pada tubuh mantan istri Brigadir IH tersebut.

Choirul Anam, selaku Komisioner Kompolnas, menjelaskan bahwa beberapa luka yang muncul di tubuh Winda yang sempat menjadi perdebatan di masyarakat, tidak disebabkan oleh tindakan kekerasan.

“Luka di area matanya disebabkan oleh pendarahan akibat tembakan di kepala. Jika luka tersebut akibat benturan, maka otomatis pupil mata atau bola mata akan mengalami memar atau kemerahan. Namun, bola mata korban tetap tampak putih bersih,” jelas Choirul Anam saat memberikan keterangan kepada wartawan di Polrestabes Medan pada Rabu, 23 September 2026.

Selain memar di sekitar mata, Choirul Anam juga menyelidiki adanya dugaan luka tusuk dan memar di beberapa bagian tubuh Winda.

Mengenai jahitan yang terdapat pada tubuh korban, dipastikan bahwa hal tersebut bukan disebabkan oleh luka tusuk, melainkan merupakan hasil dari tindakan autopsi yang dilakukan.

“Kami telah melihat foto-foto setelah dan sebelum autopsi. Foto sebelum autopsi menunjukkan tubuh korban dalam keadaan bersih tanpa adanya luka jahitan atau bekas benda tajam. Sementara itu, setelah autopsi terdapat jahitan yang jelas terlihat. Kami juga menganalisis foto saat korban masih dalam kantong jenazah sebelum tindakan autopsi dilaksanakan,” tambah Choirul Anam.

Sebagai informasi, Winda Lorenza Gowasa (35 tahun) adalah mantan istri seorang anggota Polri di Medan. Ia ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di kepala pada hari Minggu, 2 Agustus 2026.

Mengenai penyebab kematian Winda, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa luka tembak di bagian kepalanya disebabkan oleh tindakan yang dilakukannya sendiri.

“Kami telah memeriksa senjata yang digunakan, dan peluru yang ditemukan identik dengan senjata tersebut. Sidik jari yang ada juga sesuai. Residual mesiu terdeteksi di beberapa lokasi, dan seluruh penjelasan yang kami peroleh sangat logis,” pungkas Choirul Anam.

    ➡️ Baca Juga: ASEAN Tak Akan Membalas Tarif Trump, Kata Airlangga

    ➡️ Baca Juga: Lufthansa Kurangi 20.000 Penerbangan di Eropa Akibat Lonjakan Harga Avtur

    Related Articles

    Back to top button