Lufthansa Kurangi 20.000 Penerbangan di Eropa Akibat Lonjakan Harga Avtur

Lufthansa, maskapai asal Jerman, telah mengambil langkah signifikan dengan memangkas sekitar 20.000 penerbangan jarak pendek di Eropa. Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap krisis energi yang melanda kawasan tersebut, di mana lonjakan harga bahan bakar jet mengganggu biaya operasional dan menimbulkan tantangan bagi model bisnis perusahaan.
Manajemen Lufthansa mengungkapkan bahwa harga avtur telah mengalami kenaikan dua kali lipat sejak terjadinya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan di Timur Tengah ini telah mengganggu produksi dan distribusi energi, yang berdampak langsung pada industri penerbangan di seluruh dunia.
“Dalam menghadapi kenaikan harga bahan bakar jet, kami akan beroperasi dengan lebih efisien daripada sebelumnya,” demikian pernyataan manajemen Lufthansa yang dikutip dari sumber terpercaya.
Dengan pemangkasan rute ini, Lufthansa memperkirakan dapat menghemat sekitar 40.000 metrik ton bahan bakar jet. Sebagian besar penghematan ini dihasilkan dari penutupan layanan CityLine, yang merupakan salah satu segmen penerbangan jarak pendek mereka.
Sejumlah rute penerbangan juga akan dihentikan untuk sementara, termasuk penerbangan ke dan dari kota-kota seperti Heringsdorf, Cork, Gdańsk, Ljubljana, Rijeka, Sibiu, Stuttgart, Trondheim, Tivat, dan Wrocław. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh biaya bahan bakar yang meningkat.
Bagi penumpang yang terdampak oleh perubahan ini, manajemen Lufthansa menawarkan opsi untuk mendapatkan pengembalian dana atau dialihkan ke penerbangan lain yang dijadwalkan melalui jaringan maskapai grup, termasuk SWISS, Austrian Airlines, Brussels Airlines, dan ITA Airways. Ini merupakan langkah yang diambil untuk meminimalisir ketidaknyamanan bagi pelanggan.
Lebih lanjut, perusahaan juga menyatakan bahwa beberapa pemangkasan rute ini akan bersifat permanen. Saat ini, Lufthansa sedang melakukan peninjauan menyeluruh terhadap seluruh jadwal penerbangan di Eropa dan akan memberikan pembaruan lebih lanjut terkait keputusan ini pada bulan April mendatang.
Meskipun adanya pengurangan rute di Eropa, jaringan penerbangan global Lufthansa tetap terjaga, khususnya untuk rute jarak jauh. Sebelumnya, maskapai ini telah mempercepat penutupan layanan CityLine dan merencanakan pensiun 27 pesawat sebagai upaya untuk menghadapi tekanan yang ditimbulkan oleh biaya bahan bakar serta tantangan dalam hubungan industri.
Keputusan Lufthansa untuk menutup sejumlah rute penerbangan ini sejalan dengan langkah yang diambil oleh maskapai lain, seperti KLM-Prancis dan Delta Air Lines, yang juga menghadapi tantangan serupa. Sementara itu, beberapa operator penerbangan lainnya memilih untuk menaikkan harga tiket sebagai cara untuk mengatasi peningkatan biaya operasional.
International Energy Agency (IEA) telah memberikan peringatan bahwa Eropa berisiko mengalami kelangkaan bahan bakar pesawat dalam waktu dekat. Namun, pemerintah Inggris dan pihak terkait dalam industri penerbangan saat ini menyatakan bahwa mereka belum melihat adanya gangguan pasokan secara langsung yang mempengaruhi operasional penerbangan.
➡️ Baca Juga: Mengungkap Cara Kerja Bursa Transfer Pemain: Klausul Rilis dan Biaya Agen yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: Kenaikan Harga Bahan Pokok: Apa Penyebabnya




