Anomali Cuaca dan El Nino: PTPN IV PalmCo Tetap Jaga Kualitas Produksi Perkebunan

Jakarta – Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo mengungkapkan bahwa sektor teh nasional saat ini tengah menghadapi beragam tantangan yang cukup signifikan dari berbagai aspek.
Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama berasal dari kondisi makroekonomi dan iklim yang cukup sulit bagi para pelaku industri teh.
“Situasi di lapangan saat ini sangat dinamis. Produsen teh di Indonesia berhadapan dengan masalah fluktuasi harga komoditas serta anomali cuaca yang ditandai dengan kemarau panjang atau fenomena El Nino,” ungkap Rediman dalam keterangannya pada Kamis, 24 September 2026.
“Faktor cuaca ini memiliki dampak yang sangat signifikan karena secara langsung berkontribusi pada penurunan kapasitas produksi teh secara keseluruhan di tingkat nasional,” lanjutnya.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Rediman menegaskan bahwa kondisi ini justru menjadi pendorong bagi PTPN IV PalmCo untuk lebih beradaptasi. Perusahaan melakukan berbagai langkah mitigasi agronomi guna mempertahankan tingkat produksi tanpa mengorbankan kualitas daun teh yang dihasilkan.
Konsistensi dalam menjaga kualitas produk menjadi salah satu alasan mengapa PTPN IV PalmCo berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam ajang The 4th National Tea Competition (NTC) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, baru-baru ini.
Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Teh Indonesia (ATI) tersebut, teh yang dihasilkan oleh PTPN IV PalmCo berhasil menyabet total 14 penghargaan dari berbagai kategori, berkompetisi dengan puluhan produsen teh dari seluruh Indonesia.
Prestasi ini diraih melalui empat pabrik pengolahan teh milik PalmCo, yang mencakup Kebun Tobasari, Kebun Bah Butong, Kebun Kayu Aro, dan Kebun Danau Kembar. Untuk kategori teh hitam Orthodox, Pabrik Tobasari berhasil meraih Juara 1 untuk kategori Broken Pekoe (BP), Juara 2 pada kategori Pekoe Fannings (PF), serta Juara 3 untuk kategori Broken Orange Pekoe Fannings (BOPF) dan DUST.
Sementara itu, Pabrik Bah Butong berhasil meraih Juara 2 untuk kategori BP, BOP, dan BOPF, serta Juara 3 untuk kategori PF. Pabrik Danau Kembar juga mencatatkan prestasi dengan meraih Juara 3 pada kategori BP.
Dalam proses pengolahan teh hitam dengan metode Crushing, Tearing, and Curling (CTC), Pabrik Kayu Aro menunjukkan performa luar biasa dengan menjuarai kategori Fanning (Juara 1), diikuti dengan perolehan Juara 2 untuk kategori PD dan BP1, serta Juara 3 pada kategori PF 1 dan D1.
➡️ Baca Juga: Peluang Bisnis Menjadi Agen Elpiji dan Galon Air Minum yang Terpercaya dan Menguntungkan
➡️ Baca Juga: DPR Dukung Usulan BNN Larang Vape Sebagai Langkah Preventif Cegah Narkoba




