Basarnas Perluas Operasi SAR KM Virgo Transport 8 di 6 Sektor Laut pada Hari Keempat

Jakarta – Upaya pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa terus berlanjut dengan intensitas yang semakin meningkat. Memasuki hari keempat dari operasi SAR, Basarnas mengambil langkah strategis dengan memperluas area pencarian hingga mencakup 6.120 mil laut persegi.
Pencarian yang dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, dibagi ke dalam enam sektor terpisah. Setiap sektor memiliki ukuran sekitar 1.020 mil laut persegi, memudahkan tim SAR dalam melaksanakan penyisiran secara lebih efektif.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan bahwa perluasan area pencarian ini melibatkan berbagai aset strategis dari Basarnas, TNI, Polri, serta BNPB. Kerja sama ini diharapkan dapat memaksimalkan upaya pencarian.
“Tim SAR Gabungan telah memperluas area penyisiran hingga 6.120 NM² yang dibagi menjadi enam sektor, masing-masing sektor seluas sekitar 1.020 NM². Kapal-kapal SAR dan unsur TNI AL telah ditempatkan di sektor-sektor yang ditentukan untuk memastikan proses pencarian dilakukan secara sistematis,” ungkapnya.
Dalam pencarian di laut, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah kapal, antara lain KN SAR Laksmana 241, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya, KN SAR Permadi, serta RBB Palangkaraya. Kehadiran kapal-kapal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pencarian di wilayah tersebut.
Tidak hanya dari sisi laut, pencarian juga didukung oleh sejumlah aset udara yang siap membantu. Unsur-unsur yang dikerahkan termasuk HR 3601 Basarnas, Helikopter Dauphin AS365N3+, PK-SNK Caravan dari BNPB, CN-235 TNI AL, serta Helikopter Panther HS 1310 dari TNI AL.
Penyisiran dari udara dilakukan sesuai dengan pembagian sektor yang telah ditentukan sebelumnya. Pesawat Cessna PK-SNK milik BNPB difokuskan untuk menyisir Sektor R, yang memiliki luas mencapai 1.491 mil laut persegi.
Sementara itu, HR 3601 Basarnas dan P-3013 Polri disiagakan untuk mendukung operasi ini, termasuk dalam proses evakuasi bila diperlukan. Putu menegaskan bahwa semua aset yang dikerahkan bergerak berdasarkan rencana operasi dan sektor yang telah ditetapkan.
“Setiap unsur bergerak sesuai dengan sektor pencarian yang telah ditentukan, dengan koordinasi terus dilakukan untuk mengoptimalkan semua sumber daya yang ada,” jelasnya.
Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 Wita.
Kapal tersebut berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026, dan diketahui membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal, serta kru.
Hingga Senin, 14 September 2026, sebanyak 114 orang telah ditemukan, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Upaya pencarian terus dilakukan dengan harapan semua korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi.
➡️ Baca Juga: Gubernur Bali Wayan Koster Menanggapi Video Ucapan ‘Diam Kamu’ Secara Resmi
➡️ Baca Juga: Asuransi Malpraktik Medis: Manfaat Penting Sebagai Perlindungan Finansial untuk Dokter



