Iran Siap Blokir Ekspor-Impor di Teluk Jika Blokade AS Tidak Dihentikan

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (KCHQ) Iran baru-baru ini mengeluarkan ancaman untuk memblokir semua aktivitas ekspor dan impor melalui perairan strategis seperti Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah. Tindakan ini diambil sebagai respons terhadap blokade maritim yang diterapkan oleh angkatan laut Amerika Serikat di pelabuhan-pelabuhan Iran.
Mayor Jenderal Ali Abdollahi, yang menjabat sebagai komandan KCHQ, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media lokal, menegaskan bahwa jika AS, yang dianggapnya sebagai pihak yang agresif dan teroris, melanjutkan tindakan blokade yang ilegal ini serta menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal dagang dan tanker minyak Iran, maka langkah-langkah tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ada.
Ia memperingatkan bahwa jika tindakan blokade tersebut terus berlanjut, angkatan bersenjata Iran “tidak akan membiarkan ekspor atau impor berlangsung” di jalur perairan yang sangat penting, termasuk Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah.
Amerika Serikat telah menerapkan blokade angkatan laut di sekitar pelabuhan-pelabuhan Iran, yang dimulai pada hari Senin lalu, setelah pembicaraan langsung yang jarang terjadi di Pakistan berakhir tanpa mencapai kesepakatan akhir pekan ini.
Pada tanggal 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap beberapa target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan signifikan dan jatuhnya korban sipil. Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai langkah untuk mempertahankan diri.
Menurut laporan dari pihak berwenang Iran, lebih dari 3.300 jiwa telah menjadi korban akibat serangan udara gabungan yang dilancarkan oleh AS dan Israel di Iran sejak operasi militer tersebut dimulai.
➡️ Baca Juga: Trump Hubungi Netanyahu, Meminta Penurunan Serangan di Lebanon
➡️ Baca Juga: AS Menang Melawan Iran, Donald Trump: Tindakan Ini Seharusnya Diambil Sejak 47 Tahun Lalu




