happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
berita

7 Hari Perjuangan Memadamkan Karhutla di Penajam Paser Utara, Sumber Air Menjadi Tantangan Utama

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut di RT 16, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, masih berlangsung dan belum sepenuhnya teratasi.

Memasuki hari ketujuh, tim gabungan masih berupaya keras melakukan pemadaman dan pendinginan di area yang terdampak.

Upaya ini dilakukan setelah pemantauan udara menggunakan drone mengidentifikasi beberapa titik asap di lahan gambut tersebut. Keberadaan titik asap ini dikhawatirkan dapat memicu timbulnya kembali api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Nurlaila, menyatakan bahwa petugas masih harus mengatasi titik-titik asap yang terletak di lokasi yang sulit dijangkau.

“Proses penanganan tetap berlangsung karena hasil pemantauan udara menunjukkan ada sejumlah titik asap gambut yang berpotensi kembali menyala,” ungkap Nurlaila di Penajam pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Medan yang sulit dan akses air yang terbatas menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut. Titik-titik asap berlokasi cukup jauh dari sumber air, memaksa petugas untuk menarik selang sepanjang 25 hingga 30 sambungan untuk mencapai area yang terbakar.

Di samping itu, sekitar lima hingga enam sambungan selang diperlukan untuk mengisi tangki fleksibel. Kondisi ini membuat proses pemadaman menjadi lebih memakan waktu dan membutuhkan usaha yang lebih besar.

Pada hari ketujuh, tim gabungan telah mengoperasikan tujuh mata semprot, yang terdiri dari empat unit milik BPBD, satu dari Dinas Pertanian, dan dua dari Manggala Agni.

Luas total lahan yang terbakar di kawasan tersebut telah mencapai 36,88 hektare, menunjukkan dampak serius dari kebakaran ini.

Penanganan kebakaran juga melibatkan personel dari Satpol PP dan Direktorat Samapta Polres PPU, dengan total 75 personel yang diterjunkan ke lokasi.

Rincian personel yang terlibat meliputi 30 anggota dari BPBD, 15 petugas Dinas Pertanian, lima anggota Manggala Agni, 12 anggota Satpol PP, dan 13 personel Polres PPU.

“Proses pemadaman dan pendinginan sepenuhnya menggunakan mesin portable dan sistem slip-on, dengan memanfaatkan sumber air yang masih tersedia di lokasi,” jelas Nurlaila.

Namun, ketersediaan air di sekitar lokasi mulai menjadi masalah. Saluran sekunder yang sebelumnya dapat digunakan oleh petugas kini sudah mengering.

Akibatnya, tim pemadam terpaksa mengandalkan saluran primer untuk memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman dan pendinginan.

“Selain itu, PT KMS juga memberikan dukungan dengan menyiagakan mesin portable berkapasitas besar di perbatasan lokasi kebakaran,” tambah Nurlaila.

    ➡️ Baca Juga: Tantangan Sepak Bola Modern: Menjaga Keseimbangan Antara Prestasi dan Bisnis yang Berkelanjutan

    ➡️ Baca Juga: HP Terbaru Menjamin Stabilitas Sistem untuk Penggunaan Digital yang Tahan Lama

    Related Articles

    Back to top button