happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bisnis

Ambil Alih 40 Persen Saham Whoosh dari PSBI, Suahasil CS: Sedang Difinalisasi!

— Paragraf 1 —

Jakarta, VIVA – Kementerian Keuangan melalui Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Evita Manthovani menyampaikan, saat ini pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh, sedang dalam tahap finalisasi.

— Paragraf 2 —

“Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi,” ujar Evita dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2026 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

— Paragraf 3 —

Pemerintah berencana mengambil alih kepemilikan 60 persen saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh, yang ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026.

— Paragraf 5 —

Porsi saham tersebut selama ini dikuasai oleh konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sementara sebesar 40 persen saham sisanya tetap akan dipegang oleh konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

— Paragraf 6 —

Evita menyampaikan, soal skema telah ditetapkan, dan telah dibahas secara detail.

— Paragraf 7 —

“Tentunya ini sesuai dengan harapan, tidak dengan melibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI,” ujarnya.

— Paragraf 8 —

Karenanya, Evita berharap agar pengalihan ini berjalan dengan terencana dan tepat, sehingga pemerintah perlu memetakan beberapa aspek seperti finansial, bisnis, operasional, dan aspek hukum.

— Paragraf 9 —

“Saat ini di Kementerian Keuangan sedang berjalan due diligence dan juga evaluasi nilai saham terhadap saham PSBI yang akan dialihkan,” kata Evita.

— Paragraf 10 —

Secara paralel, Evita menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan juga sedang menyusun rancangan peraturan presiden (perpres). Berbagai langkah tersebut disertai dengan koordinasi bersama BP BUMN dan BPI Danantara.

— Paragraf 11 —

Diketahui, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani memastikan, proses pengambilalihan pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap berjalan meski terjadi pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

— Paragraf 12 —

Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi ini mengatakan pergantian Menteri Keuangan tidak akan mengganggu proses yang tengah berjalan dan ia menyebut telah berkomunikasi dengan Suahasil untuk memastikan sejumlah program yang masih berjalan maupun pekerjaan yang belum selesai dapat segera ditindaklanjuti. (Ant).

    ➡️ Baca Juga: Manfaat Menjalankan Side Hustle untuk Mahasiswa dalam Meningkatkan Keterampilan dan Pendapatan

    ➡️ Baca Juga: Daftar Harga Mobil Bekas LMPV April 2025

    Related Articles

    Back to top button