Suzuki Kirim 8 Unit e-Vitara ke Konsumen Meski Masih Dalam Tahap Awal

Jakarta – Suzuki tampaknya masih berada pada langkah awal dalam menjajaki pasar kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini terlihat dari angka penjualan model listrik pertamanya, e-Vitara, yang hingga Maret 2026 baru berhasil mencatat penjualan dalam angka satu digit.
Dony Ismi Saputra, yang menjabat sebagai Deputi Direktur Pemasaran & Penjualan 4W di PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengungkapkan bahwa pengiriman unit e-Vitara telah dimulai sejak awal tahun. Namun, jumlah yang dikirimkan masih tergolong terbatas.
“Sejak bulan lalu, kami telah melakukan pengiriman. Hingga Maret, kami berhasil melakukan wholesale dan retail sebanyak 8 unit,” tutur Dony saat konferensi pers di Kemayoran, Jakarta.
Angka penjualan tersebut menunjukkan bahwa penerimaan kendaraan listrik dari Suzuki di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang signifikan, terutama jika dibandingkan dengan beberapa kompetitor yang lebih agresif dalam segmen kendaraan listrik.
Walaupun demikian, Suzuki sepertinya tidak terburu-buru untuk meningkatkan volume penjualannya. Pendekatan yang diambil lebih berfokus pada pengenalan produk dan pembangunan fondasi pasar secara bertahap.
Menurut Dony, e-Vitara bukan hanya sekadar produk baru, tetapi juga mencerminkan nilai historis Suzuki sebagai salah satu produsen terkemuka dalam segmen sport utility vehicle (SUV).
“Kami tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menekankan nilai historis Suzuki sebagai ahli dalam pembuatan SUV. e-Vitara adalah kendaraan listrik pertama kami, dan SUV adalah kompetensi utama kami,” ujarnya.
Strategi ini ditujukan untuk menarik konsumen setia Suzuki serta penggemar SUV yang mulai mempertimbangkan transisi ke kendaraan listrik. Dengan demikian, target pasar e-Vitara saat ini masih cukup spesifik dan belum menjangkau segmen yang lebih luas.
Di sisi lain, Suzuki juga tengah mempersiapkan ekosistem yang mendukung, termasuk infrastruktur pengisian daya. Perusahaan ini telah merancang skema khusus yang tidak hanya berfokus pada konsumen, tetapi juga jaringan dealer di kota-kota besar.
“Ini sudah kami siapkan, baik untuk pelanggan maupun di sejumlah outlet pilihan,” jelas Dony.
Langkah ini menunjukkan bahwa Suzuki tetap berkomitmen untuk mengembangkan pasar kendaraan listrik, meskipun dengan pendekatan yang lebih hati-hati. Alih-alih mengejar angka penjualan yang tinggi dalam waktu singkat, Suzuki memilih untuk membangun kesiapan dari segi produk, jaringan, dan pemahaman konsumen.
➡️ Baca Juga: Bahlil Segera Teken Izin Tambang Muhammadiyah: Insyaallah Ramadan Ini
➡️ Baca Juga: Gaya Hidup Sehat untuk Meningkatkan Kualitas Hidup yang Lebih Stabil dan Berkualitas




