380 Lowongan Kerja Bea Cukai untuk Lulusan SMA Dibuka Bulan Depan di Purbaya

Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, telah mengumumkan rencana untuk membuka sekitar 380 lowongan kerja di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bagi lulusan SMA atau yang setara. Kesempatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan struktur tenaga kerja di sektor ini.
Rekrutmen ini bertujuan untuk mengisi posisi-posisi teknis di lapangan, yang dinilai sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional Bea Cukai. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga operasional, langkah ini dianggap sebagai respons yang tepat terhadap tantangan yang ada.
“Di Kementerian Keuangan, kita tidak akan menunggu terlalu lama. Saya sebelumnya sudah menyebutkan bahwa akan ada 380 lowongan untuk lulusan SMA di Bea Cukai. Sudah beberapa bulan ini rencana tersebut belum terlaksana,” ungkap Purbaya saat berbincang dengan media di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026.
Purbaya menekankan bahwa penting untuk segera melaksanakan rekrutmen ini. Ia menyatakan perlunya tenaga kerja yang kompeten di lapangan, dan mengharapkan proses ini bisa dimulai bulan depan. Hal ini menyoroti urgensi dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di sektor tersebut.
Menurut Purbaya, proses rekrutmen sebelumnya mengalami keterlambatan. Oleh karena itu, ia mendorong agar pelaksanaan perekrutan dapat dipercepat demi memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang mendesak di lapangan.
Terkait dengan pembukaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini, Purbaya menjelaskan bahwa keputusan tersebut berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Ini menunjukkan adanya pembagian tugas yang jelas dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor publik.
Ia juga menegaskan bahwa dari sisi anggaran, tidak ada kendala yang dihadapi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa kebutuhan tenaga kerja dapat terpenuhi tanpa adanya hambatan finansial.
“CPNS ada di bawah wewenang MenpanRB. Seharusnya, anggaran untuk itu sudah tersedia,” tambahnya, menegaskan kesiapannya untuk mendukung program rekrutmen ini.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, telah menyampaikan bahwa pemerintah berencana membuka sekitar 160 ribu formasi CPNS pada tahun 2026. Ini merupakan langkah signifikan dalam menambah jumlah pegawai negeri sipil dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.
“Mudah-mudahan, ini bisa segera terwujud,” ujar Rini saat konferensi pers di kantornya, pada Selasa, 24 Februari 2026. Pernyataan ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam memperkuat jajaran pegawai negeri.
Ia juga menambahkan bahwa pembukaan formasi CPNS 2026 ini merupakan respons terhadap fakta bahwa sekitar 160 ribu pegawai negeri sipil akan memasuki masa pensiun pada tahun 2025. Ini menjadi perhatian utama agar tidak terjadi kekosongan dalam pelayanan publik.
“Kami sudah mengantongi datanya, sekitar 160 ribu pegawai negeri sipil yang pensiun,” jelasnya, menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang matang untuk mengatasi tantangan yang akan datang.
➡️ Baca Juga: Anak Pinkan Mambo Ungkap Tak Diundang Arya Khan di Lebaran, Ini Alasannya
➡️ Baca Juga: BKI Tingkatkan Kapasitas Analis BSI untuk Pembiayaan Industri Galangan Kapal




