happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bisnis

Rupiah Melemah ke Rp 17.924, Ekonom Mengatakan Upaya Destry Jaga BI Rate Sementara Saja

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengalami pelemahan dalam perdagangan hari ini.

Data dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI menunjukkan bahwa pada tanggal 24 September 2026, kurs rupiah berada di angka Rp 17.898. Ini mencerminkan penurunan sebesar 95 poin dari posisi sebelumnya yang tercatat di level Rp 17.803 pada hari Rabu, 23 September 2026.

Selanjutnya, pada perdagangan di pasar spot pada tanggal 25 September 2026 hingga pukul 09.12 WIB, nilai tukar rupiah tercatat di Rp 17.924 per dolar AS. Angka ini mengalami pelemahan sebesar 8 poin atau 0,04 persen dibandingkan dengan posisi sebelumnya yang berada di level Rp 17.916 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa para ekonom memperingatkan bahwa langkah Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI Rate pada bulan September 2026—yang sudah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut—mungkin hanya bersifat sementara.

“Ini disebabkan oleh masih tingginya risiko eksternal, seperti meningkatnya imbal hasil global, fluktuasi harga minyak, serta ketegangan geopolitik yang masih berlangsung,” ungkap Ibrahim dalam riset harian yang dirilis pada tanggal 25 September 2026.

Lebih lanjut, para pembuat kebijakan kini dihadapkan pada tantangan berupa melambatnya pertumbuhan ekonomi, rendahnya belanja rumah tangga, dan sentimen pasar yang cenderung rentan. Hal ini terutama terkait dengan potensi penguatan nilai tukar dolar AS serta arus keluar modal asing yang dapat memperburuk kondisi.

Jika tekanan terhadap mata uang di kawasan terus berlanjut, BI perlu mengambil langkah untuk memastikan bahwa pelemahan rupiah tidak berlanjut menjadi masalah inflasi yang lebih serius.

Kenaikan harga minyak yang menembus angka di atas US$100 per barel dapat menambah tekanan terhadap mata uang, terutama melalui peningkatan biaya energi. Ditambah lagi, fenomena El Nino berpotensi mengganggu produksi dan pasokan pangan.

Meski demikian, perekonomian domestik Indonesia menunjukkan ketahanan yang mengesankan. BI memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026 akan berada di kisaran 4,9—5,7 persen. Faktor pendorong utama berasal dari konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, didukung oleh stimulus fiskal pemerintah serta meningkatnya keyakinan dan ekspektasi pendapatan masyarakat.

“Meskipun mata uang rupiah mengalami fluktuasi, namun ditutup melemah di rentang Rp 17.910 hingga Rp 18.000,” tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, ketegangan antara Iran dan AS masih belum menemukan titik temu untuk mengakhiri konflik, meskipun upaya diplomasi harus tetap dilanjutkan. Hal ini diungkapkan oleh seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada hari Rabu, menyusul pernyataan presiden Iran di depan Majelis Umum PBB yang menyatakan bahwa Teheran tidak akan menyerah pada tekanan AS.

    ➡️ Baca Juga: Cristiano Ronaldo Kirimkan Ucapan Duka untuk Lionel Messi: Leo, Tetap Kuat dan Semangat

    ➡️ Baca Juga: Pakar Kasus Febrie Adriansyah: Indikasi TPPU Kuat dan Penerimaan Suap dalam Upaya Berantas Korupsi

    Related Articles

    Back to top button