pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

RSCM Konfirmasi Kondisi Siswi Terduga Korban MBG, Pastikan Fungsi Otak Normal

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengonfirmasi keadaan salah satu siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang dirujuk ke rumah sakit tersebut karena diduga mengalami kehilangan ingatan akibat keracunan setelah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG). RSCM menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya gangguan pada fungsi otak siswi tersebut.

Dalam sebuah konferensi pers, dokter spesialis anak dan konsultan neurologi anak, Prof. Setyo Handryastuti, menyatakan, “Insya Allah, saya dapat memastikan bahwa tidak ada gangguan fungsi otak pada pasien ini.” Pernyataan ini memberikan harapan bagi keluarga dan masyarakat yang mengkhawatirkan kondisi siswi tersebut.

Prof. Handry menjelaskan bahwa kepastian mengenai kondisi siswi diperoleh setelah dilakukan wawancara, pemeriksaan fisik dan neurologis, serta pemeriksaan penunjang seperti elektroensefalografi (EEG). Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, ia menambahkan bahwa siswi ini kemungkinan besar dapat kembali bersekolah dan melanjutkan aktivitas sehari-harinya.

“Jadi insya Allah, ke depannya, dia bisa kembali bersekolah, beraktivitas, dan kembali ceria,” ungkapnya. RSCM saat ini fokus pada pengelolaan kondisi siswi dan memastikan pemulihannya berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, dokter psikiatri anak dan remaja, Prof. Tjhin Wiguna, juga memberikan keterangan mengenai kondisi mental pasien. Ia menyatakan bahwa saat ini kondisi mental siswi cukup baik dan stabil, meskipun ada kalanya ia masih merasakan kegelisahan. Tim medis terus memberikan pendampingan untuk membantu mengatasi perasaan tersebut.

“Dari segi status mental, saat ini kondisi anak ini cukup baik dan stabil. Meski terkadang masih ada sedikit kegelisahan, kami akan terus mendampingi dan memberikan dukungan,” jelas Prof. Tjhin.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah membentuk tim ahli di RSCM untuk menangani siswi yang diduga menjadi korban Makan Bergizi Gratis dari Karo ini. Budi menjelaskan bahwa tim tersebut terdiri dari dokter spesialis anak, ahli neurologi, psikiater anak, dan ahli penyakit dalam. Selain itu, kolegium anak juga dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Kedua siswi yang diduga menjadi korban MBG tersebut diberangkatkan pada hari Sabtu, 12 September, menggunakan pesawat komersial diiringi oleh orang tua dan tenaga medis. Keberangkatan ini dilakukan untuk memastikan penanganan yang tepat dan cepat bagi kondisi mereka.

    ➡️ Baca Juga: Cara Puasa Syawal yang Benar: Tips untuk Ibadah Bulan Syawal

    ➡️ Baca Juga: HUT ke-81 RI: Pelatih Persija Shin Tae-yong Serukan Pentingnya Persatuan bagi Masyarakat Indonesia

    Related Articles

    Back to top button