Puan Desak Pemerintah Berikan Penjelasan Terkait Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengungkapkan keprihatinannya dan mendesak pemerintah untuk memberikan penjelasan yang jelas mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Ia juga meminta kepastian mengenai durasi kebijakan kenaikan harga tersebut agar masyarakat dapat memahami situasi yang dihadapi.
Menurut Puan, penting bagi pemerintah untuk bersikap transparan sehingga masyarakat dapat mengerti alasan di balik kenaikan harga BBM nonsubsidi. Keterbukaan informasi ini dianggap krusial untuk menghindari kebingungan di kalangan masyarakat.
“Dengan adanya kenaikan harga BBM, seharusnya ada keadilan dan penjelasan yang memadai mengenai alasan di balik peningkatan harga ini serta hingga kapan hal ini akan berlangsung,” ujar Puan saat berbicara kepada para wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 22 April 2026.
Ia menekankan bahwa evaluasi berkala mengenai harga BBM harus disampaikan kepada publik. Hal ini penting agar masyarakat selalu mendapatkan informasi terbaru dan tidak merasa terasing dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
Lebih jauh, Puan juga mengingatkan pemerintah untuk mempersiapkan langkah-langkah mitigasi terkait dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dapat mempengaruhi harga BBM di Indonesia. Puan menekankan bahwa ketidakpastian mengenai masa depan konflik tersebut memerlukan perhatian serius.
“Ketidakpastian mengenai apakah konflik ini akan berlanjut atau mereda membuat kita harus siap. Meski kita tidak langsung terpengaruh, penting bagi negara kita untuk mengambil langkah antisipatif dan mengurangi dampak yang mungkin ditimbulkan,” tambahnya.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah melakukan penyesuaian harga, yang menyebabkan kenaikan harga beberapa produk BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, berlaku mulai Sabtu, 18 April 2026.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh Pertamina, harga Pertamax Turbo untuk wilayah DKI Jakarta mengalami kenaikan dari Rp 13.100 per liter pada 1 April 2026 menjadi Rp 19.400 per liter pada 18 April 2026.
Sementara itu, harga BBM jenis Dexlite juga meningkat menjadi Rp 23.600 per liter, naik dari harga sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 14.200 per liter pada awal bulan yang sama.
Harga Pertamina Dex juga mengalami kenaikan, menjadi Rp 23.900 per liter, dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di level Rp 14.500 per liter.
Kenaikan harga BBM ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di berbagai provinsi lainnya. Namun, Pertamina tetap mempertahankan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) di angka Rp 12.300 per liter, serta Pertamax Green di harga Rp 12.900 per liter.
Di sisi lain, Pertamina masih menjaga harga BBM subsidi seperti Pertalite di Rp 10.000 per liter dan Biosolar di Rp 6.800 per liter. Masyarakat dapat memantau perubahan harga ini melalui aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan informasi terkini.
➡️ Baca Juga: Mengatasi Trauma Masa Lalu untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik di Kehidupan Saat Ini
➡️ Baca Juga: Pesan Penting dari Semesta untuk 4 Zodiak Ini yang Harus Anda Perhatikan!




