Pataka Dharmakerta Marga Raksyaka: Signifikansi bagi Anggota Polantas dalam Pengabdian

Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melaksanakan upacara Pencucian Pemuliaan Pataka Korps Lalu Lintas Polri Dharmakerta Marga Raksyaka di Aula Madellu, Gedung NTMC Korlantas Polri, pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu tradisi yang mengandung nilai historis yang mendalam.
Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut dipimpin oleh Kepala Korlantas Polri, Irjen Wibowo. Kehadiran beliau menandakan komitmen tinggi dalam menjaga dan menghormati tradisi yang telah ada.
Upacara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dalam Korlantas Polri, termasuk Dirjen Kamsel Brigjen Pol Prianto, Dirregident Brigjen Pol Komarudin, serta pejabat lainnya seperti Brigjen Pol Aries Syahbudin dan Brigjen Pol Chiko Ardwiatto. Kehadiran para pejabat ini menegaskan pentingnya momen tersebut bagi institusi.
Tradisi pencucian dan pemuliaan pataka Korps Lalu Lintas Polri Dharmakerta Marga Raksyaka merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut perayaan Hari Ulang Tahun ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara yang jatuh pada 22 September 2026. Momen ini menjadi simbol penghormatan terhadap perjalanan sejarah Korlantas.
Prosesi upacara ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur dalam menjalankan tugas. Ini mencakup penghayatan terhadap Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi pedoman bagi seluruh anggota.
Pataka Korlantas itu sendiri melambangkan Tanda Kesatuan Lalu Lintas dan Tanda Korps Lalu Lintas. Makna dari pataka ini sangat dalam, mencerminkan tanggung jawab setiap personel dalam melaksanakan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Dalam proses pencucian pataka, air yang digunakan diambil dari tujuh pulau yang mewakili keberagaman Indonesia, yaitu Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Ini menggambarkan bahwa Korlantas Polri memiliki tanggung jawab di seluruh wilayah Indonesia.
Penggunaan air dari tujuh pulau tersebut menegaskan bahwa Korlantas Polri merupakan lembaga yang berfungsi sebagai pembina lalu lintas di seluruh Indonesia, dengan jajaran yang tersebar di seluruh nusantara.
Dharmakerta Marga Raksyaka bukan sekadar simbol, tetapi juga merupakan lambang kehormatan bagi Korps Lalu Lintas Polri. Dalam prosesi pencucian ini, makna yang terkandung dalam pataka kembali dikuatkan sebagai pedoman dalam pengabdian setiap anggota Polantas.
Gambar tameng yang terdapat pada pataka melambangkan perlindungan. Ini menggambarkan peran Polantas yang senantiasa hadir untuk melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat. Kewajiban ini menjadi inti dari setiap tindakan yang diambil oleh anggota.
Dengan demikian, upacara Pencucian Pemuliaan Pataka Korps Lalu Lintas tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga merupakan momen refleksi bagi setiap anggota untuk kembali meneguhkan komitmen mereka dalam menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan integritas.
➡️ Baca Juga: RSCM Konfirmasi Kondisi Siswi Terduga Korban MBG, Pastikan Fungsi Otak Normal
➡️ Baca Juga: Peluang Bisnis Rumahan Berdasarkan Perubahan Pola Aktivitas Keluarga Modern




