happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
lifestyle

Nostalgia Musik Era 90-an Tetap Hidup, Generasi 30-an Nikmati dengan Cara Baru

Memasuki dekade ketiga kehidupan tidak berarti bahwa kecintaan terhadap musik serta hiburan harus terhenti. Sebaliknya, lagu-lagu yang mengiringi masa remaja hingga awal dewasa kini kembali menjadi pilihan untuk merilekskan pikiran, meskipun cara menikmatinya telah bergeser seiring dengan perubahan gaya hidup.

Dulu, pengalaman mendengarkan musik seringkali identik dengan keluar di malam hari hingga larut. Namun, kini muncul alternatif yang lebih disesuaikan dengan kehidupan dewasa. Komitmen terhadap pekerjaan, keluarga, dan kebutuhan untuk beristirahat membuat banyak orang berusia 30-an mencari bentuk hiburan yang tetap menyenangkan tanpa mengganggu aktivitas keesokan harinya.

Bagi individu yang tumbuh di zaman MTV, CD, MP3, hingga awal era internet, sebuah lagu seringkali membawa kisah yang lebih dalam daripada sekadar melodi. Musik tertentu punya kemampuan untuk membangkitkan kenangan akan teman-teman sekolah, masa-masa kuliah, perjalanan, atau momen-momen ketika hidup terasa lebih sederhana dan tanpa beban.

Kesadaran akan perubahan ini muncul ketika banyak orang di sekitar mulai merasakan kesulitan untuk menikmati hiburan malam akibat kesibukan yang semakin meningkat.

“Kami menyadari bahwa banyak teman dan rekan seumur kami tidak memiliki banyak waktu untuk keluar di malam hari karena berbagai tanggung jawab. Entah itu pekerjaan, urusan keluarga, atau mungkin mereka memang merasa kehabisan energi untuk keluar, terutama jika sudah melewati jam 3 atau 4 pagi,” ungkap Fai, pendiri Soulset Singapore, dalam konferensi pers Above30Club saat memperkenalkan Indonesia 5-City Tour bersama Vault Indonesia pada Kamis (1/10/26).

Oleh karena itu, konsep pesta siang hari menjadi salah satu solusi yang ditawarkan. Hiburan tetap berlangsung dengan musik dan atmosfer yang ceria, tetapi jadwalnya dibuat lebih ramah terhadap rutinitas orang dewasa.

Konsep dari Above30Club sejak awal tidak dimaksudkan untuk menciptakan komunitas baru. Sebaliknya, inisiatif ini bertujuan untuk menyatukan kembali orang-orang yang pernah memiliki kebiasaan menikmati musik secara bersama-sama.

“Pada dasarnya, acara ini kami selenggarakan untuk menghidupkan kembali sebuah komunitas. Kami tidak berniat membentuk komunitas baru, melainkan ingin melibatkan komunitas yang sudah ada sebelumnya,” jelas Vira, pendiri Above30 Singapore.

    ➡️ Baca Juga: Dampak Langsung Cuaca Ekstrem pada Kualitas Pertandingan Sepak Bola

    ➡️ Baca Juga: John Herdman: Harapan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup, Apakah Akan Bertahan atau Mundur?

    Related Articles

    Back to top button