uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
berita

Mendikdasmen: Klarifikasi Video Viral SD NTT Soal IFP dan Keterbatasan Listrik yang Tidak Akurat

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memberikan klarifikasi terkait video yang menjadi viral mengenai sebuah Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur. Dalam video tersebut, dikabarkan bahwa sekolah tersebut tidak dapat menggunakan IFP (Interactive Flat Panel) karena belum teraliri listrik. Namun, informasi ini dinilai tidak akurat.

Abdul Mu’ti menyampaikan, “Berita yang beredar di media sosial mengenai SD Negeri di NTT tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada,” saat rapat dengan Komisi X DPR RI di Jakarta pada hari Senin.

Ia menjelaskan bahwa video yang viral itu menampilkan salah satu ruangan di SDN Mboeng, Manggarai Timur, di mana kondisi ruangan tersebut belum memungkinkan untuk penggunaan IFP.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa sekolah itu memiliki beberapa ruang kelas lainnya yang dapat beroperasi dengan baik menggunakan IFP.

“SDN tersebut memiliki beberapa kelas yang masih berfungsi. Jadi, video yang beredar hanya menunjukkan ruang yang bermasalah, sementara ruang kelas yang lain dapat digunakan,” ungkap Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen juga memastikan bahwa perangkat IFP yang tersedia di sekolah tersebut dalam kondisi baik dan dapat digunakan untuk proses belajar mengajar.

“IFP tersebut berfungsi dengan baik, hanya saja ruang yang ditunjukkan dalam video tak bisa digunakan saat itu. Kelas-kelas lainnya tetap beroperasi dengan normal. Ini adalah penjelasan yang kami sampaikan, dan kami berkomitmen untuk memastikan hal ini,” tambahnya.

Abdul Mu’ti menekankan bahwa distribusi IFP merupakan bagian dari upaya untuk mendigitalisasi pendidikan, yang tidak hanya sekadar memberikan perangkat, tetapi juga mencakup pelatihan bagi guru, penyediaan perangkat pendukung seperti laptop, serta akses jaringan yang memadai.

Dalam hal penyediaan jaringan, ia menjelaskan bahwa Kemendikdasmen berperan serta dalam menyediakan akses internet melalui perangkat satelit (Starlink) di daerah-daerah yang tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mendukung pengadaan jaringan listrik di wilayah yang masih belum teraliri listrik.

“Listrik dapat disuplai melalui dua metode: pertama, dengan panel surya, dan kedua, melalui pembangunan jaringan baru. Kami telah melakukan pembicaraan dengan PLN untuk memastikan pemenuhan jaringan ini, sehingga ke depannya dapat terlaksana dengan baik,” jelas Abdul Mu’ti.

    ➡️ Baca Juga: Veda Ega Pratama Buat Pimpinan Klasemen Moto3 Marah di Misano, Apa Penyebabnya?

    ➡️ Baca Juga: Dua Cadangan Gas Ditemukan di Kaltim, Anggota DPR Dukung Ketahanan Energi Nasional

    Related Articles

    Back to top button