Mendengkur Keras saat Tidur: Waspadai Tanda Penyakit Serius yang Perlu Diatasi

Mendengkur saat tidur adalah fenomena yang cukup umum terjadi. Suara yang dihasilkan ini muncul ketika udara mengalir melalui jaringan tenggorokan yang dalam keadaan rileks, sehingga menyebabkan getaran pada jaringan tersebut. Dalam banyak kasus, mendengkur sesekali tidak menjadi masalah yang serius.
Namun, jika suara dengkuran terdengar sangat keras, terjadi hampir setiap malam, atau disertai dengan gangguan pernapasan, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian lebih.
Mendengkur keras tidak selalu menjadi indikasi tidur yang berkualitas. Sebaliknya, dalam beberapa situasi, suara dengkuran justru bisa menandakan adanya penyempitan pada saluran napas saat tidur.
Salah satu kondisi yang patut diwaspadai adalah obstructive sleep apnea (OSA). Ini adalah gangguan tidur yang ditandai dengan terhentinya napas secara berkala akibat saluran napas yang tersumbat atau menyempit.
Pertanyaannya kini adalah, apa yang menyebabkan seseorang mendengkur dengan keras saat tidur? Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi, berdasarkan informasi dari Mayo Clinic.
Saluran Napas Menyempit
Salah satu penyebab utama dari mendengkur keras berkaitan dengan penyempitan saluran napas. Ketika seseorang tertidur, otot-otot di sekitar tenggorokan, lidah, dan langit-langit mulut menjadi lebih rileks. Proses ini dapat menyebabkan jaringan di tenggorokan menyempit, dan saat udara melewatinya, jaringan tersebut bergetar.
Semakin sempit saluran napas, semakin kuat aliran udara yang melewatinya, yang berpotensi menghasilkan suara dengkuran yang lebih keras.
Kelebihan Berat Badan
Memiliki berat badan berlebih adalah salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan mendengkur. Kelebihan jaringan di sekitar leher dan tenggorokan dapat mempersempit saluran napas ketika seseorang tertidur.
Kondisi ini juga berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya obstructive sleep apnea. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami kenaikan berat badan dan mulai mendengkur sebaiknya memperhatikan perubahan tersebut.
Posisi Tidur
Posisi tidur juga dapat memengaruhi tingkat kekerasan suara dengkuran. Saat seseorang tidur telentang, gravitasi dapat menyebabkan jaringan di tenggorokan dan lidah bergerak ke arah belakang, sehingga saluran napas menjadi lebih sempit.
Konsumsi Alkohol Sebelum Tidur
Mengonsumsi alkohol menjelang waktu tidur dapat memperburuk kondisi mendengkur. Alkohol menyebabkan otot-otot di tenggorokan menjadi lebih rileks, yang mempermudah saluran napas untuk menyempit. Akibatnya, individu yang biasanya hanya mendengkur sesekali dapat mengalami suara dengkuran yang lebih keras setelah mengonsumsi alkohol. Selain itu, bagi mereka yang sudah memiliki masalah sleep apnea, alkohol dapat memperparah penyumbatan saluran napas saat tidur.
➡️ Baca Juga: Penelitian tentang Kualitas Air di Sungai
➡️ Baca Juga: Kemenko Perekonomian: Sinergi Kebijakan untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional




