Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus kuil zeus dengan hadiah berlapis

Slot online berikan bagi-bagi bonus festival keberuntungan nusantara dengan sensasi menarik

Super scatter sajikan bagi-bagi bonus super emerald celebration dengan hadiah istimewa

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus aurora moonlight legacy dengan sensasi menawan

Wild Bounty tawarkan bagi-bagi bonus olympus jewel journey dengan kejutan istimewa

Pola perilaku pengguna terhadap pembaruan mahjong ways

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling lengkap

Panduan slot online premium dengan fitur yang banyak dicari pemain

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus reel petir dengan peluang istimewa

Slot online hadirkan bagi-bagi bonus harta karun impian dengan peluang premium

Starlight Princess sajikan bagi-bagi bonus treasure empire vault dengan kejutan besar

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus frontier gold adventure dengan hadiah menarik

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan meningkatkan performa

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus putaran kilat dengan efek modern

Gates of Olympus hadirkan bonus storm boost dengan hadiah variatif

Pragmatic Play tawarkan bagi-bagi bonus scatter supreme dengan hadiah modern

Evaluasi sistem mekanis terbaru pada fitur mahjong ways

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus fortune celebration realm dengan bonus menarik

Slot dana tanpa potongan paling gacor dengan sensasi berkelas

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan permainan digital

Rahasia algoritma adaptif gameplay interaktif pg soft

depo 10k depo 10k
berita

FBI dan Polri Bongkar Sindikat Phishing Global yang Curangi Ribuan Orang hingga Rp25 M

Jakarta – Bareskrim Polri, bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, telah berhasil membongkar sindikat internasional yang terlibat dalam penjualan alat phishing. Sindikat ini beroperasi secara global dan diperkirakan telah menyebabkan kerugian senilai lebih dari 20 juta dolar AS, setara dengan sekitar Rp25 miliar.

Operasi pengungkapan ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan FBI. Informasi resmi dari FBI menyebutkan bahwa sindikat ini diduga telah berhasil mencuri ribuan data kredensial dari korban yang berasal dari berbagai belahan dunia.

“Dan melakukan penipuan dengan total nilai lebih dari $20 juta,” demikian pernyataan resmi FBI yang dirilis pada Kamis, 16 April 2026.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berasal dari patroli siber rutin yang dilakukan oleh penyidik terhadap beberapa situs yang mencurigakan. Dalam penelusuran tersebut, pihaknya menemukan sebuah platform bernama w3llstore.com yang terhubung dengan distribusi alat phishing melalui aplikasi Telegram.

Platform ini diduga digunakan untuk menjual skrip phishing yang dimanfaatkan dalam berbagai aksi kejahatan siber.

“Alat yang diperoleh dari situs ini terbukti dapat digunakan untuk melakukan aksi phishing, termasuk mencuri kredensial dan mengambil alih akun korban,” ungkap Isir.

Ia melanjutkan bahwa alat tersebut berfungsi dengan cara menyedot informasi dari korban saat mereka memasukkan nama pengguna dan kata sandi. Bahkan, perangkat ini mampu mengambil sesi login, sehingga pelaku dapat mengakses akun tanpa memerlukan kode OTP.

Dalam proses penyelidikan lebih lanjut, Bareskrim Polri bekerja sama dengan FBI untuk mengidentifikasi para korban di Amerika Serikat dan menelusuri jaringan pengguna alat phishing tersebut.

Dari hasil penelusuran, dua pelaku yang memiliki inisial GWL dan FYTP berhasil diungkap. GWL diketahui berperan sebagai pembuat sekaligus pengelola alat dan metode distribusi, sedangkan FYTP bertugas mengelola aliran dana hasil kejahatan melalui cryptocurrency dan rekening bank.

Keduanya ditangkap di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 9 April 2026. Terungkap bahwa para pelaku tidak hanya menyasar korban di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

“Modus transaksi mereka telah beralih dari penggunaan situs web ke aplikasi Telegram dengan pembayaran yang berbasis cryptocurrency,” tambahnya.

Dalam penangkapan ini, penyidik juga berhasil menyita sejumlah aset bernilai sekitar Rp4,5 miliar, termasuk rumah, kendaraan, dan barang-barang elektronik.

    ➡️ Baca Juga: Mobil Honda HR-V Terbakar di Tol Dalam Kota Arah Cawang

    ➡️ Baca Juga: Cristiano Ronaldo Dicoret dari Timnas Portugal, Indonesia Hapus 17 Pemain dari Skuad

    Related Articles

    Back to top button