Pola modern pendekatan analisa terarah slot

Metode premium slot online untuk hasil stabil

Strategi terarah slot online untuk hasil optimal

Analisa kinerja pola modern slot online

Teknik unggulan analisa pola harian slot

Strategi rahasia slot online untuk performa optimal

Strategi maksimal analisa terkini slot online

Teknik unggulan slot online untuk kinerja

depo 10k depo 10k
berita

Komdigi Ajak Masyarakat Hindari Sebaran Ujaran Kebencian dan Provokasi di Media Sosial pada Demo 27 Agustus

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengeluarkan seruan kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyebaran ujaran kebencian dan provokasi di media sosial. Seruan ini muncul menjelang aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada tanggal 27 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander, mengajak publik untuk menggunakan media sosial dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab.

“Kami berharap masyarakat yang memanfaatkan platform media sosial dapat bertindak secara positif, bertanggung jawab, dan menghindari ujaran kebencian serta provokasi,” ujar Alexander saat memberikan keterangan di Kantor Kemkomdigi, Jakarta pada hari Rabu.

Ia menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam penggunaan media sosial agar suasana tetap kondusif di ruang digital.

“Kami berharap aksi besok dapat berlangsung dengan baik, baik di ranah fisik maupun digital,” tambah Alexander.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) telah menyatakan bahwa aksi yang akan dilakukan di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Kamis, 27 Agustus, bertujuan untuk menyampaikan dua tuntutan terkait pemberantasan korupsi dengan damai.

Koordinator AMPB, Supriyono, yang akrab disapa Botok, mengungkapkan dua tuntutan utama mereka, yaitu segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan menerapkan hukuman mati bagi para koruptor.

“Kami datang ke Jakarta bukan untuk menciptakan kerusuhan. Kami mendukung rekan-rekan di Jabodetabek yang juga akan menggelar aksi pada 27 Agustus,” tegas Botok.

Ia juga menegaskan bahwa aksi AMPB tidak memiliki agenda untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Tidak ada niatan untuk melengserkan Prabowo-Gibran. Kami justru mendukung pemerintahan Prabowo agar dapat lebih baik,” ungkapnya.

Menurut Botok, kedatangan AMPB ke Jakarta adalah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait upaya pemberantasan korupsi, sekaligus memberikan dukungan terhadap aksi yang dilaksanakan oleh masyarakat di kawasan Jabodetabek.

    ➡️ Baca Juga: Tim Hukum Identifikasi 30 Dugaan Pelanggaran Prosedural Kejagung dalam Kasus Febrie Adriansyah

    ➡️ Baca Juga: Strategi Mengatasi Kelelahan Mental Akibat Terlalu Banyak Menanggung Beban Pekerjaan Kantor

    Related Articles

    Back to top button