ISWAMI Malaysia Mendorong Penanganan Serius Terhadap Kabut Asap Lintas Batas untuk Solusi Jangka Panjang

ISWAMI Malaysia menekankan perlunya tindakan yang cepat, tegas, dan komprehensif untuk menangani kabut asap lintas batas yang berdampak serius pada kualitas udara di Malaysia, yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan di beberapa area di Indonesia.
Organisasi ini menganggap kabut asap lintas batas bukan hanya sebagai masalah lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, kesejahteraan warga, dan tanggung jawab kolektif negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Datuk Ahmad Zaini Kamaruzzaman, Presiden ISWAMI Malaysia, menggarisbawahi bahwa masalah kabut asap yang terus berulang ini memerlukan solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan darurat saat situasi semakin memburuk.
“Jerebu rentas sempadan (kabut asap lintas batas) tidak boleh terus dianggap sebagai isu musiman tanpa adanya penyelesaian jangka panjang yang efektif dan terukur,” jelas Datuk Ahmad Zaini Kamaruzzaman dalam rilis resmi yang disampaikan pada Senin (12/10/2026).
ISWAMI Malaysia mengidentifikasi lima langkah prioritas yang perlu ditingkatkan untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari Indonesia.
Langkah pertama adalah memastikan perlindungan kesehatan masyarakat menjadi fokus utama melalui pemantauan kualitas udara yang konsisten, penyebaran informasi yang akurat, serta imbauan kesehatan yang tepat waktu.
Perlindungan juga harus diarahkan pada kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak kabut asap. Masyarakat diingatkan untuk selalu memantau Indeks Pencemaran Udara (IPU) dan mengikuti petunjuk dari otoritas yang berwenang guna mengurangi risiko terhadap paparan polusi.
Langkah kedua, ISWAMI Malaysia mendorong penguatan upaya pencegahan dan penegakan hukum yang lebih serius di Indonesia.
Mereka menuntut percepatan pemadaman kebakaran, pelarangan pembakaran terbuka, serta tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum yang terjadi.
Ketiga, peningkatan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia sangat penting, termasuk dalam pertukaran data mengenai titik panas, pemantauan pergerakan asap, berbagi informasi, serta bantuan teknis dan operasi pemadaman kebakaran jika diperlukan.
Keempat, komitmen ASEAN untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan keadaan darurat harus diperkuat demi terciptanya kawasan Asia Tenggara yang bebas dari kabut asap.
Kelima, ISWAMI Malaysia menekankan pentingnya media dalam memberikan laporan yang akurat, seimbang, dan bertanggung jawab terkait perkembangan situasi kabut asap lintas batas. Media diharapkan untuk menonjolkan fakta, pandangan dari para ahli, serta suara masyarakat yang terdampak.
➡️ Baca Juga: Lebaran Pertama Tanpa Vidi Aldiano, Ayah Ungkap Kesedihan yang Mendalam dan Kenangan Berharga
➡️ Baca Juga: Tips Kesehatan Sehari-hari untuk Meningkatkan Fokus dalam Aktivitas Panjang Anda




