Hatta Rajasa Ungkap Tawaran Prabowo untuk Posisi Wakil Ketua Wantimpres melalui Telepon dari Pak Teddy

Jakarta – Mantan Menteri dan pengusaha terkemuka, Hatta Rajasa, bersama sejumlah tokoh lainnya terlihat hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat siang, 2 Oktober 2026.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Hatta Rajasa mengonfirmasi bahwa ia telah menerima tawaran dari Presiden Prabowo Subianto untuk menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Hatta menjelaskan bahwa tawaran tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sekitar dua hari sebelum pelantikan resmi berlangsung.
“Saya sebenarnya dihubungi oleh Pak Mensesneg dua hari yang lalu, yang menyampaikan pesan dari Presiden untuk menanyakan apakah saya bersedia menjabat sebagai Wakil Ketua Wantimpres. Ini adalah bentuk pengabdian saya kepada negara,” ungkap Hatta di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari itu.
Selanjutnya, Hatta juga menerima informasi mengenai agenda pelantikan dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang menghubunginya pada pagi hari pelantikan.
“Baru saja pagi ini, saya dihubungi oleh Pak Seskab, Pak Teddy, mengenai pelantikan yang akan berlangsung hari ini,” tambahnya.
Hatta mengaku bahwa ia belum mengetahui berapa jumlah anggota Wantimpres yang akan dilantik bersamanya. Ia juga tidak dapat memastikan apakah total anggota Wantimpres mencapai 25 orang.
“Belum ada informasi jelas mengenai itu, kita tunggu saja dan lihat nanti,” katanya dengan nada penuh harapan.
Ia menambahkan bahwa susunan anggota Wantimpres yang akan dilantik pada hari itu juga masih belum jelas baginya.
“Informasi mengenai susunan anggota baru bisa kita ketahui setelah proses pelantikan berlangsung,” jelas Hatta.
Sejumlah tokoh penting lainnya juga telah hadir di Kompleks Istana Kepresidenan untuk mengikuti acara pelantikan Wantimpres.
Di antara mereka terdapat nama-nama terkenal seperti Pratikno, Agum Gumelar, Budi Gunawan, Chairul Tanjung, Anwar Iskandar, Said Aqil Siradj, Rocky Gerung, Jusuf Hamka, Dato’ Sri Tahir, Yahya Cholil Staquf, serta aktivis dan peneliti senior Indonesia, Jusuf Wanandi.
➡️ Baca Juga: Myanmar Terapkan Keadaan Darurat di 60 Kota untuk Menangani Krisis Keamanan
➡️ Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Gigi Agar Tetap Kuat, Sehat, Bersih, dan Bebas Masalah




