Kabut Asap Mengganggu Penerbangan di Bandara Palembang, 18 Jadwal Terpengaruh

Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II di Palembang, Sumatera Selatan, mengalami gangguan signifikan pada hari Minggu, 11 Oktober 2026, akibat kabut asap yang mengurangi jarak pandang hingga 600 meter. Situasi ini berdampak pada total 18 penerbangan, baik yang berangkat maupun yang tiba.
General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, menginformasikan bahwa hingga pukul 15.30 WIB, sembilan penerbangan keberangkatan dan sembilan penerbangan kedatangan terpengaruh oleh kondisi cuaca tersebut. Pengelola bandara terus memantau situasi untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Dalam hal penerbangan yang berangkat, sembilan penerbangan yang terpengaruh termasuk Citilink QG981 dan QG985, AirAsia AK461, Lion Air JT856, serta beberapa penerbangan Garuda Indonesia, yaitu GA107, GA109, dan GA113. Selain itu, Batik Air ID7052 dan Pelita Air IP313 juga termasuk dalam daftar penerbangan yang terdampak.
Penerbangan-penerbangan ini melayani rute penting antara Palembang dengan Jakarta, Kuala Lumpur, dan Surabaya, yang merupakan jalur utama bagi para penumpang yang ingin bepergian ke destinasi tersebut. Gangguan ini tentunya akan mempengaruhi rencana perjalanan banyak orang.
Di sisi kedatangan, penerbangan yang terpengaruh meliputi Citilink QG980 dan QG984, AirAsia AK462, Lion Air JT856, serta beberapa penerbangan Garuda Indonesia, yakni GA102, GA104, dan GA108. Batik Air ID7051 dan Pelita Air IP312 juga termasuk di antara penerbangan yang datang dari Jakarta, Kuala Lumpur, Surabaya, dan Halim Perdanakusuma.
Ahmad Syaugi Shahab menegaskan bahwa pihaknya selalu memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara. Mereka berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan tetap terjaga.
Pengelola bandara tidak hanya fokus pada pemantauan kondisi cuaca, tetapi juga berupaya menjaga komunikasi yang baik dengan semua pihak terkait. Hal ini bertujuan untuk mendukung keselamatan penerbangan serta memastikan operasional bandara berjalan lancar meskipun dalam situasi yang menantang.
Bagi calon penumpang, disarankan untuk terus memperbarui informasi mengenai jadwal dan status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Langkah ini sangat penting agar penumpang dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik dan terhindar dari ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan oleh kabut asap ini.
➡️ Baca Juga: John Herdman Menilai Malaysia Tim Berkualitas, Waspadai Ancaman Pemain Baru
➡️ Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas ke Barat Daya, Mencapai Wilayah Bengkulu




