Kash Patel, Bos FBI, Tanggapi Isu Tukang Mabuk dan Bolos Kerja Secara Tegas

Direktur FBI Kash Patel mengekspresikan kemarahannya terhadap laporan yang dipublikasikan oleh The Atlantic, yang mengklaim adanya pencemaran nama baik terkait kebiasaan minumnya serta ketidakhadirannya dalam menjalankan tugas di lembaga tersebut.
Dalam penampilan di program “Sunday Morning Futures” yang dipandu oleh Maria Bartiromo di Fox News, Patel mengonfirmasi rencananya untuk menuntut The Atlantic atas berita yang ia sebut sebagai informasi palsu. “Tentu saja. Kami akan mengambil langkah hukum segera,” tegasnya saat ditanya tentang tindakan yang akan diambilnya.
Patel menegaskan bahwa gugatan yang akan diajukan berfokus pada pencemaran nama baik dan berkomitmen untuk “melawan berita palsu” yang merugikan reputasinya.
Laporan yang dipermasalahkan diterbitkan pada hari Jumat lalu dengan judul “Direktur FBI Hilang.” Artikel tersebut menyertakan wawancara dengan lebih dari dua lusin narasumber, termasuk pejabat aktif dan mantan pejabat FBI, anggota Kongres, serta pekerja di sektor perhotelan.
Dalam tulisannya, reporter Sarah Fitzpatrick menyampaikan bahwa narasumber yang berbicara secara anonim menggambarkan kepemimpinan Patel sebagai serangkaian kegagalan manajerial, dengan perilaku pribadinya yang dianggap sebagai potensi ancaman terhadap keamanan nasional.
Fitzpatrick juga mengungkapkan bahwa selama masa jabatannya sebagai direktur, Patel dilaporkan mengonsumsi alkohol “hingga mabuk berat” di depan pejabat Gedung Putih serta staf pemerintahan Trump lainnya. Dalam beberapa kesempatan, anggota tim pengawalnya dilaporkan mengalami kesulitan membangunkan Patel karena tampak dalam keadaan mabuk.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dan Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche memberikan dukungan kepada Patel, menegaskan dalam pernyataan mereka kepada The Atlantic bahwa direktur FBI telah mencapai lebih banyak pencapaian dalam 14 bulan terakhir dibandingkan dengan pencapaian pemerintahan sebelumnya selama empat tahun.
Melalui akun media sosial X pada malam Jumat, Patel merespons laporan tersebut dengan menulis, “Saya akan melihat Anda dan seluruh tim berita palsu Anda di pengadilan… Namun, teruslah menyebarkan berita yang salah, karena niat jahat sekarang tampaknya menjadi standar bagi mereka yang memilih jalan mudah secara hukum.”
➡️ Baca Juga: Laptop dengan Trackpad Terluas dan Paling Nyaman untuk Navigasi Efisien
➡️ Baca Juga: Strategi Investasi Saham Retail: Pilih Saham dari Produk yang Kita Gunakan Sehari-hari




