Menhan Pakistan: Israel Dianggap Ancaman Serius bagi Kemanusiaan yang Adil

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, dengan tegas mengutuk rezim Israel sebagai “jahat dan kutukan bagi umat manusia”. Dalam kritiknya, ia menyoroti genosida yang sedang berlangsung terhadap warga sipil yang tidak bersalah di Lebanon, sementara upaya diplomasi untuk perdamaian sedang dilakukan di Islamabad.
Melalui akun media sosialnya pada 9 April 2026, Asif secara eksplisit menunjukkan perbedaan antara kekerasan yang dilancarkan oleh entitas Zionis dan upaya-upaya menuju perdamaian yang tengah dilakukan.
“Aspek jahat dari Israel merupakan kutukan bagi seluruh umat manusia. Di saat pembicaraan perdamaian berlangsung di Islamabad, genosida di Lebanon terus berlanjut. Warga sipil yang tak bersalah menjadi korban kekejaman Israel, dimulai dari Gaza, kemudian ke Iran, dan kini menyasar Lebanon. Pertumpahan darah ini tampaknya tidak mengenal henti,” tulis Asif, sebagaimana dilaporkan oleh sejumlah sumber.
Lebih lanjut, Asif menyebut rezim Zionis sebagai “negara kanker” yang secara paksa dihadirkan di tanah Palestina. Ia menekankan bahwa keberadaan Israel hanya mendatangkan kehancuran dan ketidakstabilan, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah tetapi juga untuk dunia secara keseluruhan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya serangan brutal tentara pendudukan Israel terhadap Lebanon, yang telah mengakibatkan ratusan warga sipil tewas dalam tindakan agresi yang jelas-jelas mencederai norma-norma kemanusiaan dan mendapat kecaman luas dari komunitas internasional.
Serangkaian aksi kekerasan terbaru dari Israel ini menyusul kampanye genosida yang telah berlangsung lama di Gaza, yang telah merenggut nyawa puluhan ribu warga Palestina, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Agresi terhadap Iran yang terjadi pada 28 Februari lalu juga menambah ketegangan yang sudah ada.
Pakistan telah lama menunjukkan solidaritasnya kepada rakyat Palestina dan perlawanan Lebanon dalam perjuangan mereka melawan penjajahan dan ekspansionisme yang dilakukan oleh Zionis. Pernyataan Asif mencerminkan posisi yang dipegang teguh oleh Republik Islam Pakistan, yang menolak pengakuan terhadap entitas Israel dan menuntut diakhirinya kekuasaan teror yang sedang berlangsung.
Sejak 28 Februari, saat Israel dan Amerika Serikat meluncurkan kampanye militer besar-besaran dan tanpa provokasi terhadap Iran, rezim pendudukan Israel telah memperhebat serangannya terhadap Lebanon.
Sebelum pecahnya perang, Israel telah melakukan sejumlah pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada tahun 2024 dengan Hizbullah, yang seharusnya memuat komitmen untuk menghentikan serangan mematikan di Lebanon.
Terkait perkembangan tersebut, Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama 15 hari pada hari Rabu, berdasarkan proposal sepuluh poin yang diajukan oleh Iran. Salah satu poin yang telah disepakati, yang dikonfirmasi oleh mediator dari Pakistan, mencakup gencatan senjata di Lebanon.
➡️ Baca Juga: Cara Backup Foto 4K ke SSD Eksternal Lewat OTG dalam 3 Menit – Tanpa Bantuan PC & Tanpa Root
➡️ Baca Juga: Peluang Bisnis Rumahan dari Produk Sehari-hari yang Selalu Dibeli Konsumen Rutin




