Stok LPG Aman hingga 10 Hari, Bahlil Pastikan Pasokan Energi RI Terkendali

Jakarta – Di tengah tantangan ekonomi global yang terus berlanjut, dipicu oleh ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi, pemerintah mengonfirmasi bahwa ketahanan energi nasional berada dalam kondisi yang cukup stabil dan terkendali.
Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja yang dipimpin langsung oleh Presiden, di mana sejumlah menteri yang membidangi sektor ekonomi, energi, dan infrastruktur strategis turut hadir. Pemerintah juga menekankan pentingnya diversifikasi pasokan energi sebagai strategi utama untuk menjaga stabilitas nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Indonesia telah meningkatkan ketahanan energi melalui pemenuhan pasokan dari berbagai negara mitra. Salah satu fokus utama adalah penguatan cadangan LPG dan pengalihan sumber impor energi dari kawasan di luar Timur Tengah.
“Kondisi sulit dalam pengelolaan LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4. Alhamdulillah, saat ini cadangan LPG kita telah mencapai kapasitas lebih dari 10 hari,” ungkapnya dalam pernyataan pada Rabu, 8 April 2026.
“Beberapa saat lagi, kapal pengangkut akan tiba, dan kita tidak akan melakukan impor solar. Yang tinggal kita lakukan hanyalah impor bensin,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia kini tidak lagi tergantung sepenuhnya pada satu kawasan tertentu untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama minyak mentah. Pemerintah telah memperluas sumber impor ke berbagai negara sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasokan energi nasional.
“Dari Selat Hormuz, untuk crude, kita tidak pernah mengimpor BBM. Dari Timur Tengah, yang kita ambil hanyalah crude, sekitar 20 hingga 25 persen. Kita telah menemukan penggantinya dari negara-negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika, dan beberapa negara lainnya. Jadi, insya Allah, kita sudah aman,” jelasnya.
Dalam konteks kebijakan jangka panjang, pemerintah juga menekankan pentingnya transisi energi dan penguatan cadangan strategis nasional untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi dalam jangka menengah hingga panjang. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden memberikan arahan untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
“Pengertian cadangan satu tahun yang dimaksud oleh Presiden adalah bagaimana kita dapat menjamin pasokan bahan bakar hingga akhir tahun atau dalam satu tahun ke depan tetap aman. Sambil secara bersamaan, kita berharap bisa mempercepat transisi menuju penggunaan energi baru terbarukan,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Penjelasan Buya Yahya tentang Menaruh Tas di Depan saat Salat yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: Perubahan Iklim: Tantangan dan Solusi



