Hujan Hitam di Iran Pasca Serangan Israel: Ilmuwan Peringatkan Bahaya Kesehatan Serius

Fenomena hujan hitam yang melanda Tehran baru-baru ini telah menarik perhatian para ilmuwan di seluruh dunia. Mereka memperingatkan bahwa dampak dari hujan ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Hujan hitam yang terjadi di Iran dalam beberapa hari terakhir merupakan konsekuensi dari serangan udara Israel terhadap sejumlah fasilitas minyak di negara tersebut, yang menyebabkan kebakaran besar pada hari Sabtu lalu.
Laporan dari Conflict and Environment Observatory (CEOBS) yang berbasis di Inggris menyatakan bahwa empat fasilitas minyak utama telah diserang, termasuk depot minyak di Karaj, Shehran, dan Aghdasiyeh, serta sebuah kilang minyak di Tehran. Kilang di Teheran memiliki kapasitas pengolahan sekitar 225.000 barel minyak per hari, menjadikannya salah satu yang terpenting di kawasan tersebut.
Sumber dari ABC Australia melaporkan bahwa ketika bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas terbakar, proses tersebut menghasilkan berbagai senyawa berbahaya yang dilepaskan ke atmosfer. Di antara polutan yang dihasilkan adalah hidrokarbon, nitrogen oksida, sulfur dioksida, logam berat, dan partikel halus lainnya. Kebakaran besar di Iran memicu akumulasi zat berbahaya ini di atas Tehran, yang merupakan rumah bagi hampir 10 juta penduduk.
Selama akhir pekan, sistem cuaca yang membawa hujan menyapu beberapa wilayah di Iran. Hujan ini kemudian berfungsi sebagai penarik polutan dari udara, mengubahnya menjadi hujan asam dan hujan beracun, termasuk hujan hitam yang mengandung minyak, menurut petugas pemerintah setempat.
Charles Driscoll, seorang profesor teknik lingkungan dari Syracuse University, mengungkapkan bahwa terjadinya hujan hitam memerlukan konsentrasi polutan yang sangat tinggi di atmosfer. CEOBS menilai peristiwa ini sebagai insiden lingkungan yang sangat mengkhawatirkan.
Gambar-gambar dari Tehran menunjukkan kepulan asap hitam yang tebal menyelimuti ibu kota Iran. Banyak warga melaporkan adanya lapisan minyak berwarna gelap yang menempel pada kendaraan dan atap rumah, seperti yang dilaporkan oleh beberapa media internasional.
Organisasi kemanusiaan Iranian Red Crescent Society telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah guna menghindari hujan asam dan gas beracun yang dapat mengakibatkan luka bakar kimia pada kulit serta kerusakan parah pada paru-paru.
➡️ Baca Juga: Xbox Series S: Murah Tapi Powernya Keterlaluan? Gue Uji 7 Game Berat
➡️ Baca Juga: Kata Jokowi soal Tudingan Gratifikasi Jet Pribadi Kaesang




