Pangeran William Diprediksi Naik Takhta Gantikan Raja Charles dalam 6 Bulan Menurut Sumber Istana

Spekulasi mengenai masa depan tahta Kerajaan Inggris kembali menjadi perhatian publik. Belakangan ini, seorang pakar kerajaan Inggris, Rob Shuter, mengungkapkan kemungkinan bahwa Pangeran William bisa mengambil alih tahta dari Raja Charles III dalam waktu kurang dari satu tahun ke depan. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi dengan jurnalis Maureen Callahan, menambah ketertarikan masyarakat terhadap dinamika internal kerajaan.
Dalam episode terbaru dari podcast The Nerve yang dipandu oleh Maureen Callahan, Rob, yang sebelumnya menjabat sebagai juru bicara untuk Putri Michael dari Kent, membahas rumor mengenai rencana Raja Charles untuk menawarkan Royal Lodge milik Andrew Mountbatten-Windsor kepada Pangeran Harry dan Meghan Markle. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan keluarga kerajaan yang belakangan ini sempat memanas.
Setelah mengeksplorasi isu tersebut, keduanya beralih untuk membahas durasi pemerintahan Raja Charles, yang kini berusia 77 tahun. Pertanyaan yang muncul adalah, sampai kapan dia akan memegang tampuk kepemimpinan Kerajaan Inggris?
Rob mengklaim memiliki informasi dari sumber yang cukup kredibel di dalam istana. Ia menegaskan pengalaman kerjanya dengan keluarga kerajaan, memberikan bobot lebih pada pandangannya mengenai situasi saat ini.
“Sumber informasi saya di istana cukup kuat. Saya pernah berfungsi sebagai publicist untuk Putri Michael dari Kent dan memiliki pengalaman bekerja dengan keluarga kerajaan. Bahkan, saya menerima bayaran dan honor bulanan dari mereka,” tuturnya dengan percaya diri.
Rob juga menyebutkan bahwa artikel yang ditulisnya mengenai saran agar Raja Charles mempertimbangkan untuk turun takhta telah diketahui di kalangan istana. Ia menambahkan bahwa ada banyak pihak di lingkungan kerajaan yang sependapat dengan pandangannya tersebut.
“Saya mendapatkan informasi bahwa artikel saya yang merekomendasikan Charles untuk turun takhta telah dibaca di dalam istana, dan banyak yang setuju. Sudah saatnya kita membuka babak baru,” ujarnya mengungkapkan keyakinan.
Dalam pembicaraan sebelumnya, Rob mengingatkan bahwa mereka telah mendiskusikan topik serupa. Ia mengungkapkan bahwa Pangeran William berpotensi untuk menjadi raja dalam enam hingga dua belas bulan ke depan, menandakan adanya perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinan kerajaan.
“Secara teknis, dia sudah menjalankan tugas sebagai raja saat ini, meskipun gelar resmi masih belum disandang,” ujarnya menekankan posisi William dalam menjalankan tanggung jawab kerajaan.
Saat kembali membahas tentang Raja Charles, Rob menekankan bahwa ia tidak yakin Pangeran William akan keberatan jika ayahnya memutuskan untuk menyerahkan Royal Lodge milik Pangeran Andrew kepada Pangeran Harry. Ini menunjukkan adanya toleransi dalam keluarga untuk mencapai rekonsiliasi yang diharapkan.
➡️ Baca Juga: Pacar Baru Luna Maya Ternyata Mantan Titi Kamal
➡️ Baca Juga: Menhan Jelaskan ke Australia: Isu ‘Pangkalan Militer Rusia’ Tak Benar




