6 Komitmen Suporter Klub Super League 2026/2027 untuk Mewujudkan Sepakbola yang Aman dan Damai

Kompetisi Super League untuk musim 2026/2027 telah resmi dimulai pada tanggal 4 September 2026. Dalam momen penting ini, para suporter menyatakan komitmen mereka untuk menjaga sepak bola di Indonesia agar tetap dalam suasana yang aman dan damai.
Perwakilan dari berbagai kelompok suporter klub yang berpartisipasi dalam Super League 2026/2027 melangsungkan deklarasi komitmen bersama pada acara pembukaan kompetisi yang berlangsung di Bali. Momen ini diadakan secara resmi pada Jumat, 4 September 2026.
Deklarasi tersebut dibacakan oleh perwakilan suporter PSM Makassar, yang menegaskan kesepakatan mereka untuk menciptakan atmosfer sepak bola yang aman, damai, dan kondusif, baik di dalam maupun di luar stadion.
“Kami, suporter away Super League musim 2026/2027, berkomitmen untuk menciptakan iklim sepak bola Indonesia yang aman, damai, kondusif, dan inklusif,” ungkap perwakilan suporter saat membacakan deklarasi tersebut.
Ada enam poin utama yang menjadi kesepakatan bersama di antara para suporter. Pertama, mereka sepakat untuk menjaga kondusivitas pertandingan agar tetap berlangsung dengan aman dan damai, termasuk ketika berada di luar area stadion.
Kedua, mereka menolak segala bentuk anarkisme dan kekerasan. Suporter berkomitmen untuk tidak melakukan provokasi atau tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, terhadap suporter lawan maupun perangkat pertandingan. Ketiga, mereka menolak rasisme serta isu-isu yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Keempat, seluruh suporter menyatakan kesanggupan untuk mematuhi dan menaati semua regulasi yang telah ditetapkan oleh penyelenggara dan panitia pelaksana pertandingan.
Kelima, ada komitmen khusus yang diberikan ketika menjalani away day. Suporter sepakat untuk menjaga keamanan dan kondusivitas, mulai dari perjalanan menuju stadion hingga pertandingan selesai.
Keenam, para suporter menegaskan pentingnya sikap ksatria dan sportif dalam mendukung klub kesayangan. Ini berarti bahwa meraih kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan; mereka diharapkan mampu menerima hasil pertandingan dengan lapang dada tanpa melakukan tindakan yang merugikan pihak lain.
Menariknya, deklarasi ini tidak hanya berhenti pada pernyataan komitmen. Para suporter juga menyatakan kesediaan untuk menerima konsekuensi jika mereka melanggar kesepakatan yang telah dibuat.
“Jika kami melanggar poin-poin di atas, kami bersedia menerima sanksi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta sanksi sosial dari organisasi,” tegas perwakilan suporter.
Naskah deklarasi tersebut kemudian ditandatangani secara resmi oleh perwakilan suporter dari semua klub yang berpartisipasi dalam kompetisi sepak bola Indonesia kasta tertinggi ini.
Deklarasi ini menjadi sinyal yang jelas bahwa suporter ingin berperan aktif dalam menciptakan wajah baru bagi sepak bola Indonesia.
➡️ Baca Juga: Reza Artamevia Respon Isu Hubungan Zahwa Massaid dan Jefri Nichol dengan Tegas
➡️ Baca Juga: Pencuri Bus yang Tabrak Sejumlah Kendaraan di Bekasi Ditahan




