Pejabat AS Konfirmasi Kekuatan Militer Iran Masih Besar Meski Terkena Serangan Beruntun

Iran tetap menunjukkan kekuatan militer yang signifikan meskipun telah mengalami serangkaian serangan intensif dari Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini diungkapkan oleh sejumlah pejabat AS yang memiliki akses langsung terhadap penilaian intelijen terkini.
Dalam laporan terbaru yang dipublikasikan oleh CBS News, para pejabat tersebut mengungkapkan bahwa pernyataan resmi dari Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS mungkin meremehkan kekuatan militer Iran yang masih bertahan pasca serangan.
Menurut informasi dari tiga pejabat, sekitar setengah dari persediaan rudal balistik Iran beserta sistem peluncurnya masih dalam kondisi utuh pada saat gencatan senjata diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 7 April.
Lebih lanjut, sekitar 60 persen dari kekuatan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga dilaporkan masih aktif, termasuk kapal-kapal cepat yang digunakan untuk melakukan serangan.
Para pengamat menilai situasi ini mencerminkan ketahanan Iran di tengah tekanan yang terus diberikan oleh Amerika Serikat, yang berupaya memaksa Teheran untuk memenuhi tuntutan Washington. Sikap ini menunjukkan bahwa Iran tetap percaya diri terhadap kemampuan pertahanan dan strategi serangan balasannya.
Sebagai respon terhadap tuntutan maksimal dari AS, Iran baru-baru ini mengumumkan penutupan jalur strategis Selat Hormuz untuk semua aktivitas pelayaran. Iran menegaskan bahwa jalur tersebut tidak akan dibuka kembali kecuali AS mencabut blokade laut yang dianggap tidak sah.
Pada hari Rabu, di tengah klaim Gedung Putih mengenai keberhasilan operasi militer, angkatan laut IRGC mengumumkan bahwa mereka telah mencegat dua kapal yang melanggar aturan di Selat Hormuz dan membawa keduanya ke perairan Iran. Kedua kapal tersebut adalah MSC Francesca, yang disebut-sebut terkait dengan Israel, serta Epaminodes.
Laporan yang dikeluarkan oleh CBS News juga mencatat bahwa sekitar dua pertiga dari kekuatan angkatan udara Iran diyakini masih beroperasi, meskipun sebelumnya terdapat klaim bahwa ribuan target telah diserang, termasuk fasilitas penyimpanan dan produksi.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan menjelang sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR AS, Kepala Badan Intelijen Pertahanan menegaskan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk menimbulkan kerusakan yang signifikan.
Letnan Jenderal Marinir James Adams, dalam sebuah kutipan yang dipublikasikan di Presstv.ir, menyatakan, “Iran masih memiliki ribuan rudal dan drone serang sekali pakai yang dapat mengancam pasukan AS serta sekutunya di seluruh kawasan.”
➡️ Baca Juga: Reza Artamevia Respon Isu Hubungan Zahwa Massaid dan Jefri Nichol dengan Tegas
➡️ Baca Juga: Lebaran Pertama Tanpa Vidi Aldiano, Ayah Ungkap Kesedihan yang Mendalam dan Kenangan Berharga




