PM Kanada Berkomitmen Mengurangi Belanja dan Ketergantungan Militer terhadap AS

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, telah menegaskan komitmennya untuk mengurangi ketergantungan jangka panjang negara tersebut terhadap Amerika Serikat dalam hal pengeluaran dan pengadaan militer.
Dalam pidatonya di konvensi nasional Partai Liberal yang berlangsung di Montreal, Carney menekankan bahwa Kanada akan berupaya memperkuat industri domestik dan memperluas kerjasama di kancah global.
“Masa di mana militer kami mengalirkan 70 sen dari setiap dolar ke Amerika Serikat sudah berlalu,” ungkap Carney pada hari Sabtu, 11 April 2026.
Dia menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi serta persatuan nasional, sambil mempresentasikan rencana Pemerintah Kanada untuk mengutamakan penggunaan bahan dan tenaga kerja lokal dalam proyek-proyek yang akan datang.
“Kami berkomitmen untuk membangun Kanada yang kuat dengan baja, aluminium, kayu, dan tenaga kerja Kanada,” tambahnya.
Carney juga menggarisbawahi meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Washington, termasuk penerapan tarif yang dikenakan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dia menyebut tarif tersebut sebagai salah satu ancaman utama yang dihadapi saat ini. Namun, Carney juga menekankan bahwa tantangan yang lebih mendesak adalah menjaga persatuan dan kepentingan bersama di tengah situasi tersebut.
Dengan mengedepankan kebijakan “Buy Canadian”, Carney menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat komunitas di seluruh negeri sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar luar.
Perdana Menteri Kanada tersebut juga menambahkan bahwa negara itu memiliki target untuk menggandakan ekspor non-Amerika dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Pernyataan ini muncul setelah kritik dari Kantor Perwakilan Dagang AS yang menilai pendekatan pengadaan Kanada sebagai gangguan perdagangan.
Strategi terbaru dalam industri pertahanan Kanada bertujuan untuk mendiversifikasi kemitraan di luar Amerika Serikat, termasuk memperkuat kolaborasi dengan negara-negara Uni Eropa dan Inggris. Dalam strategi ini, hampir setengah dari produksi pertahanan Kanada diekspor, dan sekitar 69 persen dari total tersebut saat ini ditujukan ke AS serta mitra dari aliansi Five Eyes.
Rencana tersebut juga mencakup target untuk meningkatkan proporsi kontrak pertahanan yang diberikan kepada perusahaan domestik hingga 70 persen, sebagai bagian dari upaya Ottawa untuk memperkuat kapasitas nasional di sektor pertahanan.
Mitra dalam aliansi Five Eyes terdiri dari lima negara berbahasa Inggris, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, yang berkolaborasi dalam berbagi intelijen dan informasi keamanan.
➡️ Baca Juga: FBI dan Polri Bongkar Sindikat Phishing Global yang Curangi Ribuan Orang hingga Rp25 M
➡️ Baca Juga: Negosiasi Tidak Berhasil, Trump Rencanakan Serangan Terbatas ke Iran




