Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus kuil zeus dengan hadiah berlapis

Slot online berikan bagi-bagi bonus festival keberuntungan nusantara dengan sensasi menarik

Super scatter sajikan bagi-bagi bonus super emerald celebration dengan hadiah istimewa

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus aurora moonlight legacy dengan sensasi menawan

Wild Bounty tawarkan bagi-bagi bonus olympus jewel journey dengan kejutan istimewa

Pola perilaku pengguna terhadap pembaruan mahjong ways

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling lengkap

Panduan slot online premium dengan fitur yang banyak dicari pemain

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus reel petir dengan peluang istimewa

Slot online hadirkan bagi-bagi bonus harta karun impian dengan peluang premium

Starlight Princess sajikan bagi-bagi bonus treasure empire vault dengan kejutan besar

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus frontier gold adventure dengan hadiah menarik

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan meningkatkan performa

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus putaran kilat dengan efek modern

Gates of Olympus hadirkan bonus storm boost dengan hadiah variatif

Pragmatic Play tawarkan bagi-bagi bonus scatter supreme dengan hadiah modern

Evaluasi sistem mekanis terbaru pada fitur mahjong ways

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus fortune celebration realm dengan bonus menarik

Slot dana tanpa potongan paling gacor dengan sensasi berkelas

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan permainan digital

Rahasia algoritma adaptif gameplay interaktif pg soft

depo 10k depo 10k
bisnis

BPS Umumkan Kenaikan Nilai Tukar Petani 1,50 Persen Menjadi 125,45 di Februari 2026

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, mengumumkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Februari 2026 mencapai angka 125,45. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 1,50 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Januari 2026.

Ateng menjelaskan bahwa peningkatan NTP ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) yang meningkat sebesar 2,17 persen. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang hanya naik sebesar 0,65 persen. Hal ini menunjukkan bahwa petani mendapatkan pendapatan yang lebih baik dari penjualan produk mereka.

Dalam laporan yang sama, Ateng juga menyampaikan bahwa rata-rata harga beras di tingkat grosir mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen, sementara di tingkat eceran meningkat sebesar 0,43 persen. Sebaliknya, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan justru mengalami penurunan sebesar 0,33 persen, mencerminkan dinamika yang kompleks dalam pasar beras.

Pada kesempatan sebelumnya, Ateng memberikan proyeksi mengenai produksi beras nasional untuk periode Februari hingga April 2026, yang diperkirakan hanya akan mencapai 12,23 juta ton. Ini mencerminkan penurunan sebesar 4,02 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dia menambahkan bahwa potensi produksi beras dalam jangka waktu tersebut diperkirakan mengalami penurunan sebanyak 0,51 juta ton, atau setara dengan 4,02 persen. Hal ini merupakan sinyal peringatan bagi sektor pertanian yang perlu dicermati oleh semua pemangku kepentingan.

Ateng juga mengonfirmasi bahwa proyeksi ini sejalan dengan estimasi potensi produksi padi, yang diperkirakan mencapai 21,24 juta ton gabah kering giling (GKG) selama periode yang sama. Angka ini juga menunjukkan penurunan sebesar 4,04 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penurunan dalam produksi padi ini berkaitan langsung dengan luas panen yang diperkirakan akan mencapai 3,92 juta hektare (ha) pada bulan Februari hingga April 2026. Jumlah ini berkurang sebesar 0,16 juta hektare dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, mengindikasikan adanya tantangan di sektor pertanian.

Meskipun demikian, Ateng mengingatkan bahwa angka potensi luas panen tersebut masih dapat berubah. Hal ini bergantung pada kondisi terkini yang diamati di lapangan, termasuk berbagai faktor yang bisa mempengaruhi hasil panen.

Dia menambahkan bahwa beberapa faktor eksternal seperti serangan hama, banjir, kekeringan, dan waktu realisasi panen dapat berkontribusi pada fluktuasi hasil panen. Oleh karena itu, pemantauan yang cermat diperlukan untuk memastikan ketahanan pangan di masa mendatang.

    ➡️ Baca Juga: Dugaan Pertambahan Kekayaan Nadiem Capai Rp6 Triliun di Sidang Chromebook

    ➡️ Baca Juga: Faktor Utama yang Menentukan Nilai dan Prospek Masa Depan Koin Crypto yang Perlu Diketahui

    Related Articles

    Back to top button